Gubernur Olly Dondokambey
Sulut – Atas keseriusan Gubernur Olly Dondokambey, dunia Pertanian Sulut semakin moncer utamanya pada era pandemi covid-19, sehingga Nilai Tukar Petani (NTP) di Sulawesi Utara konsisten terus meningkat.
Terbukti, Badan Pusat Statistik (BPS) pada Senin (2/8/2021) menyatakan NTP di Sulut pada Juli 2021 sebesar 108,65 atau naik 0,52 persen, dibandingkan dengan bulan Juni yang masih 108,09 sehingga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat desa.
Adapun NTP Sulut pada Mei 2021 sebesar 105,54 dibandingkan dengan bulan April yang masih 103,47.
Kenaikan NTP disebabkan oleh kenaikan indeks yang diterima petani (It) lebih cepat dibanding kenaikan Indeks yang dibayar petani (Ib).
- Pondasi Iman dan Kebersamaan, PLN UID Suluttenggo Dukung Penuh Kegiatan Keagamaan Hapsa P/KB Sinode GMIM Tahun 2026
- Gelar Srikandi Goes to School di SMA Negeri 1 Manado, PLN UID Suluttenggo Perkuat Karakter dan Literasi Energi Generasi Muda
- Gerakan Ekonomi Hijau, Dekranasda Bitung Gelar Pelatihan Pembuatan Tas Kresek Jadi Produk Bernilai Jutaan
Sumbangsih Juli 2021 terbesar kenaikan It adalah kenaikan harga ikan nila tawar pada subsektor budidaya perikanan dan tanaman perkebunan rakyat khususnya komoditi cengkeh.
Selain itu, Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) juga mengalami kenaikan, sebesar 0,72 persen, dari nilai 108,71 di bulan Juni menjadi 109,49 di bulan Juli.
Sebagai informasi, NTP ini merupakan perbandingan antara indeks harga yang diterima petani dengan indeks harga yang dibayar petani dan dinyatakan dalam persentase.
NTP salah satu indikator untuk melihat daya beli petani, dengan mengukur kemampuan tukar produk yang dihasilkan/dijual petani dibandingkan dengan produk yang dibutuhkan petani, baik untuk proses produksi maupun konsumsi rumah tangga petani. (*/JM)







