Deprov-Dalam upaya meninjau langsung efektivitas program pemerintah di akar rumput, Komisi IV DPRD Provinsi Gorontalo melakukan kunjungan kerja selama dua hari berturut-turut ke dua wilayah berbeda, di Kelurahan Talumelito, Kecamatan Telaga Biru, dan Desa Tolotio, Kecamatan Tibawa, Rabu (16/07/25).
Fokus utama kunjungan tersebut adalah mengevaluasi pelaksanaan program Kampung Keluarga Berkualitas (Kampung KB) yang dicanangkan pemerintah pusat.
Program Kampung KB sendiri bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat di tingkat desa dan kelurahan melalui pendekatan keluarga sebagai unit dasar pembangunan.
Salah satu indikator penting dalam program ini adalah pemenuhan kebutuhan dasar warga, seperti sanitasi dan air bersih.
- Perkuat Kebersamaan Dimomen HUT RI Ke 81, Polres Bitung Gelar Olahraga Bersama Bhayangkari
- Mendengarkan Pidato Presiden Dalam Rangka HUT RI Ke 71, DPRD Bitung 2 Kali Gelar Paripurna Dalam Sehari
- Jalin Kerja Sama Dengan RSUD Bitung, Yayasan Rumah Lukaku Indonesia Lakukan Pemeriksaan Mata Dan Kitanan Gratis
Dalam kunjungan ke Desa Tolotio, Komisi IV menemukan data yang cukup menggembirakan: dari lima dusun yang ada, hanya tersisa 33 keluarga yang belum memiliki jamban sehat, dan hanya satu keluarga yang belum memiliki akses terhadap air bersih.
”Ini tentu pencapaian yang patut diapresiasi. Meski dalam kondisi keterbatasan anggaran, kita melihat semangat pemberdayaan masyarakat begitu tinggi,” ujar dr. Darsianti Tuna, Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Gorontalo.
”Dengan edukasi yang tepat, masyarakat mampu berkontribusi langsung dalam membangun desanya menjadi kampung keluarga berkualitas,” tambahnya.
Komisi IV juga menyampaikan bahwa mereka akan mengevaluasi lebih lanjut sejumlah kebutuhan prioritas di dua lokasi tersebut.
Hal ini, kata dr. Yanti, akan menjadi bahan pertimbangan untuk mendorong bantuan konkret, terutama melalui peran dan pengaruh masing-masing anggota DPRD di wilayah perwakilannya.
”Kami tidak hanya datang untuk menilai, tetapi juga untuk memberikan support,” ungkap dr. Yanti.
”Bahwa meskipun saat ini berbagai program pemerintah berada dalam situasi efisiensi anggaran, kami percaya target pembangunan di desa dan kelurahan tetap bisa dicapai bahkan dimaksimalkan,” tambahnya. ***








