Manado – Untuk meningkatkan pengembangan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) pelaku usaha Kota Manado, Dinas Pariwisata (Dispar) Manado melaksanakan kegiatan pelatihan pemandu wisata trekking, di ruang Tarsius Hotel Granpuri Manado, Selasa (21/09/2021).
Dalam sambutannya saat membuka kegiatan tersebut, Kepala Dispar Manado Dra Lenda Neivy Pelealu MSi mengatakan sebelum pandemi Covid-19 tingkat kunjungan wisatawan di Kota Manado mengalami kenaikan signifikan.
“Tingkat kunjungan wisata Kota Manado sebelum pandemi Covid-19 sangat tinggi mencapai 300 persen. Prosentase ini tertinggi di Indonesia setelah Bali. Kalau Bali memang sudah stagnant angkanya karena mereka memang daerah khusus yang mengedepankan pariwisata disektor usahanya,”tukas Pelealu.
Menurutnya, kegiatan pelatihan pemandu wisata trekking menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) non fisik dana pelayanan kepariwisataan tahun anggaran 2021.
- Hearing Komisi III DPRD Sulut : Warga Tuntut Akses Jala Baru Dapat Digunakan, PT MSM Janji Perbaiki Jalan Eksisting Milik BPJN
- Bupati FDW Pimpin Rapat Bersama Forkopimda Minsel, Bahas Berbagai Isu Terkini
- Momen Idul Adha 1447 H, PLN Tingkatkan Jam Operasi Listrik Pulau Paku Menjadi 18 Jam: Dorong Ekonomi Kepulauan di Morowali
“DAK dari pemerintah pusat ini sudah ada, namun karena masih dalam status PPKM di Manado, jadi baru dapat kami laksanakan pelatihan ini saat ini,”tandas Kadis Lenda.
Dirinya berharap, pelatihan ini membentuk SDM pariwisata yang dapat diandalkan untuk mendapatkan income dari industri pariwisata.
“Kita semua berharap pandemi Covid-19 ini segera berakhir dan industri pariwisata dapat kembali bergairah. Marilah, dimasa pandemi ini kita manfaatkan kesempatan untuk tingkatkan kualitas pelaku usaha pariwisata kita,”ujar Pelealu.
Sebelumnya, Kepala Bidang Kelembagaan Dispar Manado Steven Runtuwene SSos menyampaikan laporan terkait pelaksanaan kegiatan tersebut.(JM)








