MANADO – Pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota Manado yang elektabilitasnya kian meningkat karena disukai masyarakat Mor Dominus Bastiaan dan Hanny Joost Pajouw (MOR-HJP) selalu mengedepankan prinsip Ora et Labora atau berdoa dan bekerja dalam kehidupan sehari-hari mereka.
Terbukti, di tengah kesibukannya bersosialisasi, mereka berdua menemui warga dan menyalurkan bantuan pribadi mereka bahkan keduanya selalu menyisihkan waktu khusus untuk berdoa kepada Tuhan.
Tak pelak, kedua sosok rendah hati, setia, jujur, peduli dan merakyat ini sangat intens mendatangi para tokoh dan pemimpin lintas agama dan memohon untuk didoakan, termasuk di lingkungan Gereja Katolik.
Di mana beberapa waktu lalu, MOR-HJP menemui dan didoakan pemimpin tertinggi umat Katolik di Keuskupan Manado Mgr Benedictus Estephanus Rolly Untu MSC.
- Ranperda Perubahan Penyertaan Modal Kandas, Perumda Air Duasudara Kembali Gunakan Perda Nomor 5 Tahun 2021 Bitung- Kandasnya pembahasan Rancangan Perubahan Perda (Ranperda) Tentang Perubahan Perda nomor 5 tahun 2021 tentang penyertaan modal untuk perusahaan daerah (Perumda) air minum Dua Sudra, kandas di DPRD Bitung. Panitia Khusus (Pansus) DPRD yang membahasa ranperda tersebut, habis masa tugas pada 3 Juli 2026 lalu. Sementara Ranperda tersebut tak kunjung ditetaplan sebagai Perda oleh DPRD. Ketua Pansus Ranperda Penyertaan Modal, Devi Honce Barakati mengatakan, tidak ditetapkannya ranperda tersebut menjadi Perda dikarenakan data.yang diberikan oleh Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Bitung mengalami beberapa perubahan.dan tidak lengkap. “Awalnya dari Dinas PU berikan 12 item. Kemudian berubah jadi 10 item. Dari 25 miliar, berubah jadi 23 miliar. Sementara datanya tidak lengkap. Bagaimana kami harus membawa ke paripurna. Padahal kami sudah melaksanakan rapat sebanyak 23 kali untuk membahas ranperda ini,” jelas Barakati. Sementara itu, Direktur Perumda Air Minum Dua Sudara Bitung, Alfred Salindeho, SS MM yang konfirmasi terkait hal ini mengatakan, pihaknya tidak akan terpengaruh dengan tidak ditetapkannya perda tersebut, karena menurut Salindeho, jika tidak ada perubahan Perda, maka pihaknya akan kembali mengacu pad perda yang nomor 5 tahun 2021 tentang penyertaan modal Pemkot ke Perumda Air. “Di perda nomor 2021, itu penyertaan modal 30,7 miliar rupiah. Akan tetapi saya sudah berkomitmen, selama saya menjabat, tidak akan pernah mengajukan proposal pencairan dana ke Pemkot Bitung, meskipun perda penyertaan modalnya ada. Kami masih mampu survive hingga saat ini. Bahkan kami memberikan deviden ke Pemkot,” kata Salindeho. Terkait aset yang dari Dinas PU menurut Salindeho, Perumda Air hanya serah terima kelola, bukan diterima sebaga aset, karena belum ada payung hukum untuk diserahkan sebagai aset dalam bentuk Perda. “Ini kan sebenarnya rekomendasi BPK untuk supaya Pemkot segera menyerahkan ke Perumda. Tapi harus ada Perda sebagai payung hukum. Untuk saat ini kami hanya ada serah terima kelola dari Dinas PU terkait aset yang ada. Belum menjadi milik kami Perumda. Itu semua aset senilai puluhan miliar, masih milih Pemkot, dalam hal ini Dinas PU. Jadi kalau Ranperda perubahan ini tidak disahkan, itu bukan urusan kami,” jelas Salindeho. (hzq)
- Sekda Tomohon Hadiri Konsultasi Publik KUA-PPAS 2027
- Tomohon Gelar Kejuaraan Bulutangkis Wali Kota Cup 2026, Sekda Resmi Membuka Ajang Pembinaan Atlet
Dan Sabtu (03/10/2020) siang, figur profesional muda dan berpengalaman ini berkunjung ke Biara Karmel yang berlokasi di Kakaskasen, Kota Tomohon.
Kedatangan MOR-HJP didampingi istri masing-masing Imelda Markus dan Dayvi Mailoor bersama rombongan, dan diterima dengan sukacita oleh para Suster Karmel.
Dalam pertemuan yang mengedepankan protokol kesehatan ini, MOR-HJP mengungkapkan kerinduan mereka untuk datang dan bertemu dengan para Suster, sekaligus memohon untuk didoakan terkait pencalonan mereka.
“Selama ini kami sudah mendengar banyak tentang kehidupan para Suster di sini, dan hari ini kami datang berkunjung di sini sekaligus memohon agar kami didoakan para Suster,” ujarnya.
Di pertemuan yang berlangsung penuh kekeluargaan ini, MOR-HJP juga memohon doa dari para Suster untuk Sulawesi Utara, khususnya Kota Manado agar selalu diberkati dan segera terhindar dari pandemi Covid-19.
“Kami juga mendoakan para Suster agar selalu sehat dan terhindar dari pandemi Covid-19,” katanya.
Sebaliknya, para Suster Karmel juga memberikan support dan doa kepada MOR-HJP.
“Semoga pak MOR dan pak HJP bersama keluarga sehat selalu serta diberkati dalam tugas dan pencalonannya. Kami akan terus mendoakan pak MOR dan pak HJP,” kata salah satu Suster mewakili seluruh Suster yang hadir.
Di akhir pertemuan ini, para Suster secara bersama-sama mendoakan MOR-HJP bersama istri masing-masing.
Sebelum meninggalkan ruangan tersebut, MOR-HJP dan rombongan menyampaikan terima kasih atas support dan doa dari para suster, sekaligus memberikan bantuan sebagai wujud kepedulian MOR-HJP dan keluarga terhadap kehidupan para Suster di Biara Karmel ini. (**)






