Kotamobagu-Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Kotamobagu mengeluarkan peringatan keras bagi seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Kotamobagu. Hal ini menyusul ditemukannya penyebaran undangan online palsu melalui aplikasi WhatsApp yang mengandung malware berbahaya.
Modus ini diduga kuat sebagai upaya pencurian data pribadi dan akses ilegal ke sistem perbankan milik target yang disasar.
Pihak Diskominfo menjelaskan bahwa undangan tersebut biasanya dikirim oleh nomor tidak dikenal atau akun yang telah diretas. Pesan tersebut menyamar sebagai undangan resmi, seperti undangan rapat koordinasi, acara dinas, hingga undangan pernikahan dalam format file .APK atau tautan (link) mencurigakan.
“Aplikasi tersebut berpotensi mengandung malware yang dapat mencuri kontak, mengambil alih akun WhatsApp, hingga mengakses SMS dan kode OTP perbankan,” tulis pernyataan resmi Diskominfo.
- Perkuat Kebersamaan Dimomen HUT RI Ke 81, Polres Bitung Gelar Olahraga Bersama Bhayangkari
- Mendengarkan Pidato Presiden Dalam Rangka HUT RI Ke 71, DPRD Bitung 2 Kali Gelar Paripurna Dalam Sehari
- Jalin Kerja Sama Dengan RSUD Bitung, Yayasan Rumah Lukaku Indonesia Lakukan Pemeriksaan Mata Dan Kitanan Gratis
Untuk menghindari kerugian, masyarakat dan ASN diminta mengenali ciri-ciri berikut:
-
Format File Mencurigakan: Menggunakan format .APK yang dikirim langsung via WhatsApp.
-
Narasi Formal: Menggunakan nama acara yang terlihat resmi untuk memancing rasa penasaran.
-
Izin Akses Berlebihan: Saat diinstal, aplikasi meminta izin akses ke kontak, SMS, dan penyimpanan yang tidak wajar.
Diskominfo Kotamobagu menekankan tindakan segera jika seseorang tanpa sengaja telah mengeklik atau menginstal file tersebut:
-
Hapus Segera: Uninstal aplikasi mencurigakan dari perangkat.
-
Keamanan Akun: Segera ganti kata sandi (password) akun penting dan pindai perangkat menggunakan antivirus.
-
Laporkan: Segera koordinasikan dengan tim IT atau Admin Jaringan instansi setempat untuk mitigasi risiko lebih lanjut.
Pemerintah Kota Kotamobagu menegaskan bahwa keamanan informasi adalah tanggung jawab bersama. Seluruh ASN diimbau untuk tetap tenang namun tetap waspada dan tidak meneruskan pesan tersebut kepada pihak lain agar rantai penyebaran malware terputus. (*@g)








