Wakil Bupati Gorontalo Hendra S. Hemeto, bersama warga
Limboto – Wakil Bupati Gorontalo Hendra S. Hemeto, mengatakan pemberian sertifikat itu merupakan upaya Pemerintah dalam melegalkan hak kepemilikan tanah kepada masyarakat, hal ini juga dapat memperkecil terjadinya konflik kepemilikan tanah dilingkungan masyarakat.
Hal itu di katakan Wakil Bupati Gorontalo Hendra S. Hemeto, dalam agenda diintegrasikan dengan penyerahan bantuan kios akses pangan masyarakat TA. 2022 di Aula Kantor Desa Upomela, Rabu, (08/06/22).
Dikatakan Wabup,dengan memegang sertifikat tanah, warga yang ingin memiliki modal usaha kini dapat difasilitasi perbankan. Program ini pun diharapkan akan mendorong peningkatan ekonomi daerah.
“Terbitnya sertifikat tanah dapat menjadi modal diperbankan untuk mengembangkan usaha yang dimiliki oleh masyarakat,” ujarnya.
- Ketua Dewan Andi Silangen Menghadiri Undangan Rapat Kerja Daerah Gerindra Sulut 2026
- Sekwan Silangen Hadiri Peresmian Museum Negeri Provinsi Sulut : Menunjukan Komitmen Kuat Dalam Mendukung Pemeliharaan Cagar Budaya Dan Entitas Pariwisata Berbasis Edukasi
- Diresmikan Menteri Kebudayaan, Wajah Baru Museum Negeri Sulawesi Utara Jadi Ruang Edukasi Modern dan Ikon Wisata Budaya
Diutarakan Wabup, terkadang masyarakat punya lahan, tapi tidak memiliki sertifikat. Untuk memberikan legalitas kepemilikan, pemerintah terus mendorong masyarakat agar tanah itu punya sertifikat secara gratis.
Dalam kesempatan itu Hendra menyampaikan apresiasi kepada Badan Pertanahan Kabupaten Gorontalo yang telah memfasilitasi pengadaan sertifikat tanah kepada masyarakat Desa Upomela.
“Sertifikat ini merupakan program pusat. Saya menghimbau sertifikat ini dimanfaatkan sebaik mungkin,” kata Hendra.
Diketahui,Sebanyak 500 warga masyarakat Desa Upomela Kecamatan Bongomeme kini mengantongi sertifikat tanah yang difasilitasi oleh Badan Pertanahan dari program Sertifikat Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL). (*/Siti)








