Minahasa-Martina Watok Dondokambey Lengkong SE melantik Pengurus Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekransada) Kabupaten Minahasa periode 2025-2030,bertempat di ruang sidang Kantor Bupati, Tondano, Selasa (17/6/2025).
Ketua Dekranasda Minahasa Martina Dondokambey Lengkong diketahui sebelumnya telah dilantik terlebih dahulu bersamaan dengan pelantikan Ketua TP PKK Minahasa oleh Ketua TP PKK Sulut Anik Yulius Selvanus.
Acara yang dihadiri oleh Bupati Minahasa Robby Dondokambey SSi MAP (RD) selaku pembina, Wakil Bupati Vanda Sarundajang SS selaku penasehat, Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Dr Lynda Watania MM MSi para pejabat Pemkab dan undangan lainnya ini.
Bupati Minahasa Robby Dondokambey menyampaikan kepada pengurus Dekranasda yang baru, agar menjadikan ini sebagai panggilan untuk berkarya dan mengabdi untuk kemajuan kerajinan daerah serta peningkatan sektor umkm di Minahasa.
- Melangkah Sehat, Bergerak Hijau: PLN UP3 Luwuk Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 dengan Aksi Bersih Lingkungan
- Gelorakan Semangat Pancasila, PLN dan Pemprov Sulteng Kejar Target 100% Desa Berlistrik di 2029
- Pansus RTRW Menggelar Rapat Penyempurnaan Hasil Evaluasi Kemendagri Terhadap Ranperda RTRW Tahun 2025-2044
“Kabupaten Minahasa memiliki kekayaan budaya dan kearifan lokal yang dapat menjadi sumber inspirasi dan kekuatan ekonomi, mulai dari anyaman, tenun, ukiran, hingga kerajinan tempurung dan produk kreatif lainnya juga harus siap menghadapi tantangan yang harus dijawab, seperti digitalisasi, peningkatan kualitas produk, pengemasan menarik, serta strategi pemasaran modern.” Ujarnya.
Bupati Dondokambey berharap Dekranasda Minahasa akan lebih aktif ke depan, menjadi penggerak promosi produk unggulan, fasilitator dan pelatihan, serta wadah sinergi yang membangun semangat cinta produk lokal dan memperkuat ekonomi masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Minahasa, lanjut Bupati Dondokambey, berkomitmen penuh mendukung setiap langkah strategi Dekranasda, baik melalui fasilitasi program maupun integrasi dengan kebijakan pembangunan daerah, termasuk melalui pemberdayaan perempuan dan UMKM lokal.
“Mari kita jadikan momentum ini sebagai awal kebangkitan kerajinan Minahasa yang berkualitas, bernilai ekonomi, dan tetap dilepas pada budaya kita. Mari kita jaga dan kembangkan warisan leluhur melalui inovasi dan semangat kolaboratif,” Tutupnya. (*Ronny)








