Morut-Pelaksanaan Haul Guru Tua Ke-58 di Kabupaten Morowali Utara (Morut) berlangsung khidmat dan sukses, Minggu (12/04/2026).
Kegiatan tersebut, sekaligus menjadi momentum bersejarah karena untuk pertama kalinya digelar di daerah tersebut, apalagi dihadiri kurang lebih 7.000 jamaah dari berbagai wilayah.
Ketua DPRD Morut, Hj Warda Dg Mamala SE, mengungkapkan rasa syukur atas antusiasme masyarakat yang membludak dan melampaui ekspektasi dari Panitia.
“Kami sangat bersyukur. Ini pertama kalinya Morut menggelar Haul Guru Tua, dan dihadiri sekitar 7.000 Jamaah. Ini di luar ekspektasi kami, dan menjadi sejarah yang sangat berkesan,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan, apresiasi kepada keluarga besar Mamala yang telah menginisiasi kegiatan tersebut, serta berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan di masa mendatang.
Menurutnya, kehadiran ribuan Jamaah, baik dari dalam maupun luar daerah, memberikan dampak positif, terutama dalam memperkuat nilai-nilai keagamaan serta keharmonisan sosial di tengah masyarakat.
“Kegiatan ini menjadi siraman rohani bagi masyarakat. Harapan kami, ke depan bisa terus dilaksanakan dengan dukungan Pemerintah Daerah (Pemda),” tambahnya.
Sementara itu, pihak Alkhairaat menyambut baik pelaksanaan Haul yang dinilai lahir dari inisiatif masyarakat. Hal ini menunjukkan kuatnya kecintaan masyarakat terhadap Guru Tua.
Ketua Utama Alkhairaat, Habib Idrus bin Salim Aljufri, menegaskan, bahwa momentum ini menjadi titik awal untuk membesarkan Alkhairaat di Morut. Mulai hari ini, kita niatkan Alkhairaat akan lebih besar di Morut. Insya Allah Haul-Haul berikutnya akan terus dilaksanakan,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan, rencana pembangunan Pesantren dan Rumah Sakit Alkhairaat di Morut. Keluarga besar Mamala telah menghibahkan lahan seluas 20 hektare untuk mendukung pembangunan tersebut.
“Alhamdulillah, lahan sudah dihibahkan oleh Haji Ahmad Dg Mamala bersama keluarga besar. Ini akan kita manfaatkan untuk pembangunan Pesantren dan Rumah Sakit,” jelasnya.
Pembangunan tahap awal akan difokuskan pada penyediaan fasilitas dasar, termasuk persiapan tenaga pengajar dan sistem pendidikan. Sumber pembiayaan direncanakan berasal dari usaha perkebunan dan peternakan yang tengah dikembangkan.
Di sisi lain, Wanita Islam Alkhairaat (WIA) Morut, Mira Rahmawati, menyampaikan bahwa pelaksanaan Haul berjalan aman, tertib, dan kondusif berkat kerja sama semua pihak. Ia menjelaskan bahwa kegiatan ini melalui proses perencanaan yang matang, termasuk berbagai pertemuan dan rapat. Salah satu pertimbangan utama digelarnya Haul adalah untuk mewadahi kader dan simpatisan Alkhairaat di Morut.
“Selama ini banyak kader Alkhairaat di Morut, tetapi belum memiliki wadah. Namun kecintaan mereka terhadap Guru Tua sangat luar biasa, terlihat dari ribuan Jamaah yang hadir,” katanya.
Menurutnya, Haul ini menjadi momentum penting untuk meneladani perjuangan Guru Tua, khususnya dalam bidang pendidikan, serta membangun generasi muda yang berakhlak dan berilmu.
“Ini menjadi panutan bagi kita semua untuk melanjutkan perjuangan Guru Tua, terutama dalam mendidik generasi penerus,” pungkasnya.
Panitia Pelaksana Haul Guru Tua ke-58 tingkat Kabupaten Morut tahun 2026 dibentuk oleh Keluarga Besar H Baso Dg Mamala dengan pembina H Baso Dg Mamala dan Hj Warda Dg Mamala SE. Kepanitiaan dipimpin Ketua H Hasyim Al’Idrus SAg MM, didampingi Sekretaris H Mahmud Ibrahim, SSos MSi, Bendahara H Sabil Ismail, serta Wakil Bendahara Dzulhijjah.
Panitia didukung sejumlah seksi yang diisi oleh Lalu Akroman Japar, Unggu Dg. Tiro, Juliet Cahyani Ambodalle, Yusri Ibrahim, SE, Mursalim, Hj. Syariah, Hj. Hasna Guntur, Mirna H. Kamarudin, Ratiana Landoala, Hj. Nurjannah M, Hj. Gina Agustina, Irawati, Satriawati, Baiq Helmiati, Hj. Siti Aliyah, Rukma, Sunardi, Ismail, Fauzan Haris, Amrillah, Mira Rahmawati, Asgar Paturusi, Ridwan Koya, Aswad, Hj. Samsiah Mahmud, Hj. Siti Sahra, Husna Fali, Hj. Indra Adnan, Yulna Abu, Sukarni Ali, Sadrah Rifai Bagenda, Ramadhan Lahudin, Nahaerah, Hj. Misbawati, Nurhaena, Jabar Lahaji, Buhaera, H. Sahril M, Idra Adnan, Rosna Haisi, Gustin, H. Masjudin Sudin, SE, Abdullah, Hamsah Nurdin, Yasin, Muhtar, Hairudin, Muh. Najib Umar, Saharudin, Hendra Martin, Adi Mulyadi, Rustam Abul Fatah, Rahmat Adiyatma H. Bannnya, Asri M, Andy Friansyah, Gilang Syuhada, Aslan, Briyan, M. Yulianto, Ipo, Halim Lamata, Andi Nasir, Taufik, Ismail K. Ali, Ishak, Sarumi Rahman, S.Sos, Taufan Tengkow, Faisal Dg. Siame, Ilham, S.Pd.I, Lahudin, Muhamad Nurgazali, Gatot Susilo Eko Budianto, Hj. Sariah, Rismawati, serta Andi Wahyu.
Selain itu, panitia juga melibatkan unsur instansi seperti Polres Morut, wakili Dandim 1311 Morowali/Morut Koramil 1311-03 Petasia, Satlantas polres Morut, Dishub Morut, Satpol PP, Anggota DPRD Morut, Kabag Kesra, Kepala KUA se-Kabupaten Morut, para kader partai Golkar, serta para perwakilan Kecamatan seperti Nurbaya, Haema Dahlan, dan Halimah dalam mendukung kelancaran kegiatan. (*)






