Minut-Dua puluh dua tahun bukan waktu singkat bagi seorang perempuan yang mendedikasikan hidupnya untuk dunia pendidikan. Sosok itu adalah Deiby Asyeni Losu, S.Pd., M.Pd., Kepala Sekolah SD Inpres Sukur, yang kisah hidupnya menjadi inspirasi bagi banyak orang.
Lahir pada 12 Desember 1976 sebagai anak pertama dari dua bersaudara, Deiby tumbuh dengan pesan sederhana dari orang tuanya: jaga nama baik keluarga. Pesan itu menjadi pegangan hidup hingga kini.
Tahun 2003, Deiby memulai langkah kecilnya sebagai guru honorer. Dengan gaji seadanya, ia tetap berkomitmen mengajar anak-anak di desa. Lima tahun berselang, perjuangannya berbuah manis saat diangkat sebagai ASN.
Kini, 22 tahun kemudian, ia berdiri sebagai kepala sekolah yang disegani, tidak hanya karena wibawa, tetapi juga karena kelembutannya dalam memimpin.
“Pendidikan di SD itu penting, karena di situlah karakter anak dibentuk. Dari tidak tahu menjadi tahu. Itu yang selalu saya pegang,” ujarnya dengan penuh keyakinan.
Di bawah kepemimpinannya, SD Inpres Sukur mengalami banyak kemajuan. Gedung sekolah bertambah, ruang berkarya dibangun, dan prestasi demi prestasi diraih murid-muridnya, di antaranya:
• Juara 1 OSN Matematika Tingkat Kabupaten
• Juara 2 OSN IPA Tingkat Kabupaten
• Juara 1 Lomba Menempel dan Mewarnai se-Kabupaten Minahasa Utara
• Raport Pendidikan Terbaik Tahun 2025
• Juara 3 Lomba Bercerita Bahasa Tonsea Tingkat Kabupaten 2024
Namun bagi Deiby, semua itu bukan sekadar piala atau sertifikat. Yang terpenting adalah bagaimana anak-anak didiknya, banyak di antaranya yang berasal dari keluarga broken, bisa tumbuh dengan karakter baik dan hati yang kuat.
Bagi rekan-rekannya, Deiby adalah pemimpin yang jarang ditemui. Yeremias Sila, salah satu guru di SD Inpres Sukur, menyebutnya sebagai sosok luar biasa.
“Saya sudah melihat banyak kepala sekolah, tapi Ibu Deiby berbeda. Ia tegas, pintar mengatur manajemen sekolah, dan bisa mengayomi guru-guru dengan hati,” tuturnya.
Kesibukannya bukan hanya di sekolah. Di luar tugas, ia aktif melayani dalam kegiatan kerohanian, sambil mengelola usaha rumah makan. Namun, apa pun kesibukannya, Deiby selalu berpegang pada mottonya: melayani untuk menjadi orang baik.
Ia juga terinspirasi dari sosok Yusuf dalam Alkitab, yang dengan kesabaran dan keteguhan hati mampu melewati berbagai ujian hidup.
“Selama kita bisa melayani dengan hati, kita bisa melahirkan generasi yang cerdas, berkarakter, dan penuh prestasi,” ucapnya pelan, menutup perbincangan. (T3)








