Morut-Permasalahan Stunting bukanlah isu sederhana. Stunting adalah kondisi gagal tumbuh akibat kekurangan gizi kronis, infeksi berulang, pola asuh yang kurang tepat, serta akses layanan kesehatan yang masih perlu diperkuat. Dampak stunting tidak hanya terlihat pada fisik anak, tetapi juga pada perkembangan otak, kecerdasan, kemampuan belajar, serta produktivitas ketika mereka dewasa nantinya.
“Kita menyadari bahwa keberhasilan pembangunan daerah sangat bergantung pada kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Oleh karena itu, upaya percepatan penurunan stunting merupakan agenda prioritas Nasional yang juga menjadi prioritas utama Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Morowali Utara (Morut). Penanganan stunting tidak bisa hanya dilakukan oleh sektor kesehatan, tetapi memerlukan keterlibatan penuh Desa, lintas sektor, serta seluruh komponen masyarakat, ” tandas Bupati Morut, Dr dr Delis Julkarson Hehi MARS, saat membuka kegiatan Pelatihan Pencegahan Dan Percepatan Penurunan Stunting Bagi Pelaku Desa (TPPS, KPM, Dan Admin E-HDW Desa) Se – Kabuparen Morut Tahun 2025, di Gedung Pesparawi Beteleme, Jumat (07/11/2025) pagi.
Hadir dalam kegiatan itu, Asisten I Bidang Pemerintahan Dan Kesra, Kristen H Masu SSTP MSi, Kadis PMD Morut, Drs Andi Parerengi, Sejumlah Pimpinan OPD dijajaran Pemda Morut, Sekretaris Dinas PMD Morut, Charles N Toha, Kabid Pembinaan Dan Pemberdayaan Dinas PMD Morut, Fadlun SE, para Camat, Kades, peserta pelatihan TPPS Desa, KPM, dan Admin E-HDW Desa, termasuk tamu undangan lainnya.
Baca Juga:Diterima Secara Adat Mori, Bupati Delis Sambut Kehadiran Kajari Morut Baru
Bupati Delis, mengatakan, bahwa TPPS, KPM, dan Admin E-HDW Desa, merupakan garda terdepan yang bersentuhan langsung dengan keluarga beresiko stunting, ibu hamil, balita, remaja putri, dan Lansia serta berbagai faktor yang mempengaruhi tumbuh kembang anak.
“TPPS, KPM, dan Admin E-HDW Desa merupakan garda terdepan dalam penurunan stunting di Morut, ” kata orang nomor satu di Morut ini.
Sebelumnya, Kadis PMD sekaligus Ketua Panpel Kegiatan, Andi Parenrengi, melaporkan, dasar pelaksanaan kegiatan ini, adalah Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 Tentang Percepatan Penurunan Stunting, Peraturan Bupati Morut Nomor 4 Tahun 2025 Tentang Program Percepatan Pembangunan Desa Dan Kelurahan Kabupaten Morut, Rencana Aksi Daerah (RAD) Percepatan Penurunan Stunting Kabupaten Morut, termasuk Program Prioritas Pemda Kabupaten Morut Dalam Mendukung Peningkatan Kualitas Layanan Dasar Dan Penguatan Pembangunan Manusia.
Kata dia, maksud dan tujuan digelarnya kegiatan ini, meliputi :
1. Untuk meningkatkan pemahaman TPPS, KPM, dan Admin E-HDW Desa, mengenai kebijakan dan mekanisme percepatan penurunan stunting.
2. Meningkatkan kompetensi dalam penggunaannya aplikasi E-HDW untuk pemutakhiran data keluarga, penapisan keluarga beresiko stunting dan penyusunan laporan.
3. Memperkuat koordinasi antara Pemerintah Desa, Kecamatan, dan Kabupaten dalam melakukan intervensi gizi spesifik dan sensitif.
4. Meningkatkan kualitas perencanaan dan pemanfaatan dana Desa untuk kegiatan prioritas penurunan stunting
5. Memastikan setiap Desa memiliki Rencana Tindak Lanjut ( RTL) yang terukur untuk mendukung percepatan penurunan stunting.
6. Menghasilkan SDM Desa yang kompoten, akuntabel, dan responsif terhadap persoalan gizi dan kesehatan masyarakat.
Ia menjelaskan, sumber dana pelaksanaan kegiatan ini, berasal dari APBD Tahun Anggaran (TA) 2025, melalui Program Percepatan Pembangunan Desa Dan Kelurahan (P3DK) sebesar 5 persen yang telah ditransfer ke rekening masing – masing Desa, dan telah digunakan dalam berbagai kegiatan, antara lain Pelatihan SIDIA Dukcapil yang terintegrasi dengan DIA SAJA, Pelatihan Kader Posyandu kerjasama dengan Dinas Kesehatan, serta kegiatan lanjutan Orientasi Kader Posyandu Terintegrasi 5 Layanan Dasar yang akan dilaksanakan setelah kegiatan ini.
“Kegiatan ini dilaksanakan sejak 7-14 November 2025, dan terbagi dalam 5 tempat pelaksanaan, di Gedung Pesparawi Beteleme untuk peserta dari Kecamatan Petasia Timur, Petasia Barat, Lembo dan Lembo Raya, sekaligus pembukaan secara resmi pelaksanaan pelatihan oleh Bupati Morut. Balai Desa Lembontonara untuk peserta di Kecamatan Mori Atas dan Mori Utara. Balai Desa Tanakuraya untuk peserta Kecamatan Bungku Utara. Balai Desa Tananagaya untuk peserta di Kecamatan Mamosalato. Bougenvil Kelurahan Bahontula Kolonodale untuk Kecamatan Petasia dan Soyo Jaya, ” jelas mantan Camat Petasia itu.
Terpisah, Sekretaris Dinas PMD Morut, Charles N Toha, mengatakan, dalam pelaksanaan pelatihan ini juga, Panpel kegiatan memberdayakan dan bekerjasama dengan beberapa kelompok usaha yang telah diberikan Bantuan Keuangan Khusus (BKK) oleh Pemda Morut, seperti dekorasi dari Kelompok BKK Rinorambe Desa Tinompo, BKK Bahtera Desa Korobonde, BKK Tomori Star Desa Kumpi, BKK Sekardaria Desa Uluanso, dan BKK Jaya Sejahtera Desa Pontangoa. Catering BKK Sekardaria Desa Uluanso. Foto Grafer dari Pem Toroda Desa Wawopada. Sound Sistem BKK Rinorambe Desa Korowalelo, dan BKK Digital Utama Desa Beteleme. (NAL)








