Morut-Bupati Morowali Utara (Morut), Dr dr Delis Julkarson Hehi MARS, menghimbau kepada seluruh masyarakat Morut, bisa menjaga kondusifitas wilayah agar tetap aman dan terkendali, sehingga iklim investasi dapat berjalan dengan baik.
“Dengan kondusifitas wilayah yang aman dan terkendali, bisa membuat iklim investasi berkembang dengan baik, sehingga dapat meningkatkan sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang ada di Morut,” ujar Bupati Delis, saat membuka kegiatan Sosialisasi Penyerahan Bantuan Dana Hiba Rumah Ibadah Kabupaten Morut tahun 2025, diruang pola kantor Bupati Morut, Kamis (21/08/2025).
Hadir dalam kegiatan itu, Anggota DPD RI Asal Sulteng, Febriyanthi Hongkiriwang Ssi Apt, Wakil Bupati (Wabup) Morut, H Djira K SPd MPd, Kabag Kesra Setdakab Morut, Bahardin Zakaria SAg MPdi, serta 92 pemuka agama, baik Masjid, Gereja, dan Pura yang menerima bantuan hiba di 2025 ini.
Bupati Delis, menjelaskan, kepada para pemuka agama, ditengah kebijakan efisiensi anggaran dari Pemerintah Pusat saat ini, Pemda Morut harus mampu menggenjot sejumlah sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) untuk dapat membiayai program yang menjadi Visi Misi terwujudnya Morut, Sehat, Cerdas, dan Sejahtera (SCS) jilid 2, khususnya di sektor investasi pertambangan.
“Kami sadar, bantuan yang diberikan, baik ke rumah ibadah maupun insentif para pemuka agama belum sesuai dengan harapan kita bersama. Tetapi yang pasti, inilah bentuk komitmen dan perhatian positif Pemda Morut kepada masyarakat Morut. Kami berharap, para pemuka agama yang ada, dapat menyampaikan pesan-pesan yang sejuk dan kerukunan kepada umatnya, agar kondusitifitas di daerah ini bisa terus terjaga dengan baik,” harap orang nomor satu di Morut itu.
Pada kesempatan itu, Bupati Delis, meminta kepada seluruh pemuka agama yang hadir, bisa terus mendoakan mereka (Delis- Djira) dalam memimpin daerah ini selama 5 tahun kedepan.
“Sehebat apapun kami, tanpa doa dan dukungan dari seluruh masyarakat Morut, kami tidak dapat menjalankan program pemerintahan dengan baik, ” ungkap Politisi Senior DPP Partai Hanura Pusat tersebut. (NAL)











