Minsel-Ratusan masa kepung bank mandiri Amurang, dikarenakan ingin menyaksikan secara langsung proses “taruhan” oknum pengusaha dan salah satu oknum anggota Dewan kabupaten Minahasa Selatan. Senin (21/10/2024).
Manajemen Bank Mandiri dengan tidak cermat melihat bahwa Bank Mandiri merupakan bank milik pemerintah Indonesia dengan kepemilikan saham sebesar 60%. Sebesar 40% sahamnya dimiliki oleh publik.
Sangat disayangkan saat jam pelayanan, manajemen Bank Mandiri memberhentikan pelayanan secara sepihak dengan alasan yang tidak jelas.
Warga pun bertanya-tanya terkait pemberhentian pelayanan di jam operasional dan pintu masuk bank pun ditutup.
- Wali Kota Caroll Senduk Pimpin Apel Gelar Pasukan, Pastikan Kesiapan Pengamanan TIFF 2026
- Wali Kota Caroll Senduk dan Wakil Wali Kota Sendy Rumajar Audiensi dengan Kajati Sulut, Perkuat Dukungan untuk Sukseskan TIFF 2026
- Jelang HUT RI ke-81: Bentangkan Kabel Laut 1,95 KMS, PLN Nyalakan Listrik Perdana di Pulau Dudepo dan Tuntaskan 100 Persen Rasio Desa Berlistrik Provinsi Gorontalo
Salah satu warga Amurang bapak Angky mengatakan seharusnya pihak bank tidak boleh menutup pintunya karena masih di jam operasional.
Kepala Cabang Bank Mandiri Amurang saat di konfirmasi tidak mau memberikan tanggapan. “Tidak boleh” Ucap security. (Onal_m)






