Manado-Dampak fenomena elnino yang berakibat pada musim kemarau berkepanjangan menyebabkan terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) termasuk di Kota Manado.
Berdasarkan laporan kebakaran yang diterima Pemerintah Kota (Pemkot) Manado melalui Call Center 112, hingga 18 September 2026 ada 311 laporan kebakaran yang menunjukkan tren peningkatan sejak bulan Juni 2026.
“Laporan kebakaran yang diterima oleh Call Center 112 Manado menunjukkan peningkatan setiap bulannya mulai dari Juni hingga per hari ini, 18 September 2026, terdapat 311 laporan kebakaran,”ungkap Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Manado Noviyanti Mongkau SE.
Di balik ratusan laporan tersebut, ada petugas yang harus bergerak cepat setiap kali telepon darurat masuk. Mereka tidak pernah tahu apa yang akan ditemui ketika tiba di lokasi.
- PLN Edukasi Keselamatan Kelistrikan Sejak Dini, Siswa TK Al-Irsyad Gorontalo Belajar Bahaya Listrik Lewat Cara Menyenangkan
- Audiensi Wamenkes RI, Bupati Delis Dorong Penguatan Layanan Kesehatan Morut
- HUT ke-62 Sulut, 69 Sertipikat Aset Pemprov Diserahkan, Pemerintah Perkuat Benteng Hukum Aset Daerah
Kebakaran lahan, alang-alang, sampah hingga bangunan menjadi bagian dari situasi yang harus dihadapi.
Bagi petugas, setiap detik sangat berarti. Sirene Berbunyi, Armada Bergerak. Di salah satu Pos Pemadam Kebakaran Kota Manado di Kecamatan Mapanget, Hilario Mario Anlo menjalani rutinitas yang penuh ketidakpastian. Masyarakat lebih mengenalnya dengan sebutan “Om Damkar”.
Mario merupakan staf Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Manado. Ia mulai bergabung sebagai tenaga honorer pada Maret 2021 dan kemudian diangkat menjadi Aparatur Sipil Negara pada 2025. Baginya, pekerjaan sebagai petugas pemadam kebakaran bukan sekadar profesi.
“Saya bangga menjalani pekerjaan sebagai ASN, apalagi terkait dengan menyelamatkan nyawa orang,” katanya.
Setiap laporan masuk, petugas langsung bersiap. Armada dipastikan siap bergerak dengan air yang telah tersedia di kendaraan. Lokasi kejadian biasanya dibagikan melalui peta dalam grup koordinasi WhatsApp. Setelah informasi diterima, sirene dinyalakan, Mereka berangkat. Namun perjalanan menuju lokasi bukan tanpa tantangan. Kemacetan, jalan sempit, kabel listrik dan kondisi lingkungan dapat memperlambat armada. Sementara api terus berkembang tanpa menunggu petugas tiba. Yang Dipikirkan Bukan Hanya Api. Bagi warga, suara sirene mungkin sekadar tanda bahwa mobil pemadam sedang melintas.
Bagi Mario dan rekan-rekannya, sirene adalah awal dari sebuah misi penyelamatan. Pertanyaan yang paling sering muncul dalam benaknya bukan hanya seberapa besar api, melainkan apakah masih ada orang yang terjebak di dalam bangunan.
“Yang ada di pikiran kami, ada orang yang terjebak dan perlu diselamatkan. Kami harus cepat-cepat ke lokasi,” ujarnya.
Ia pernah menghadapi kondisi ketika laporan awal menyebut kebakaran alang-alang dengan api yang masih kecil. Namun ketika petugas tiba, api ternyata sudah menjalar dan mendekati rumah warga. Situasi seperti itu menuntut petugas untuk mengambil keputusan dengan cepat.
“Kami tidak jago menghadapi kebakaran, tetapi kami terlatih untuk menghadapi kebakaran,” kata Mario.
Menurutnya, keberanian saja tidak cukup. Petugas membutuhkan latihan, kemampuan teknis, kesiapan fisik dan pemahaman terhadap kondisi di lapangan. Sebab api bisa berubah dalam hitungan menit.
“Om Damkar” Lahir dari Dukungan Isteri.
Nama “Om Damkar” yang kini dikenal masyarakat ternyata berawal dari hal sederhana. Sebelumnya, Mario menggunakan nama pribadinya, Mario Anlo, di media sosial. Namun sang isteri kerap memberikan semangat dengan kalimat, “Semangat Om Damkar.” Kalimat tersebut kemudian menginspirasinya menggunakan nama “Om Damkar” di media sosial sejak 2025. Dari sana, nama itu semakin dikenal.
Mario rutin membagikan aktivitas petugas pemadam kebakaran saat menangani berbagai kejadian. Media sosial menjadi jembatan antara petugas dan masyarakat.
Warga yang sebelumnya hanya mengenal pemadam kebakaran melalui seragam merah dan suara sirene, kini dapat melihat langsung aktivitas mereka di lapangan. Tetapi Mario juga mengingatkan masyarakat mengenai hal yang jauh lebih penting ketika terjadi kebakaran. Jangan hanya membuat video, jangan menunggu kejadian menjadi viral, segera laporkan melalui jalur darurat.
“Jangan dulu diunggah di media sosial, langsung hubungi kami di Layanan Call Center 112, bebas pulsa,” tegasnya.
Call Center 112 Manado menerima laporan selama 24 jam. Informasi yang masuk kemudian diteruskan kepada Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Manado maupun perangkat daerah terkait sesuai jenis keadaan darurat.
Bagi petugas, laporan yang cepat dan lokasi yang jelas jauh lebih berarti daripada sebuah unggahan yang lebih dulu viral. Tak Berarti Petugas Tak Punya Rasa Takut Seragam merah, helm dan perlengkapan pemadam sering membuat petugas terlihat seperti orang yang tidak mengenal rasa takut. Mario justru mengakui sebaliknya. Rasa takut tetap ada. Api dapat berubah arah. Asap bisa membatasi pandangan. Suhu panas dapat menjadi ancaman. Bangunan yang terbakar pun sewaktu-waktu bisa mengalami kerusakan struktur. Tetapi rasa takut itu harus dikendalikan.
“Rasa takut saya dikalahkan oleh keinginan saya untuk menyelamatkan nyawa,” ujarnya.
Kalimat tersebut lahir dari pengalaman panjang menghadapi berbagai kejadian kebakaran. Salah satunya adalah kebakaran di Mega Mal Manado pada Sabtu, 16 Mei 2026.
Peristiwa tersebut menjadi salah satu kejadian yang paling membekas bagi Mario karena seorang karyawan meninggal dunia. Saat kejadian, masih terdapat korban di dalam bangunan. Keinginan untuk masuk dan melakukan penyelamatan tentu ada. Namun kondisi di lapangan tidak memungkinkan. Akses menuju korban telah tertutup kobaran api. Pada kondisi seperti itu, keberanian tidak otomatis membuat petugas dapat menerobos masuk. Keselamatan petugas, kondisi bangunan dan akses menuju korban harus diperhitungkan.
Bagi Mario, ketidakmampuan mencapai korban justru menjadi bagian paling berat dari kejadian tersebut. Ada seseorang yang membutuhkan pertolongan, tetapi kondisi di lapangan membuat penyelamatan tidak dapat dilakukan. Apresiasi dan cacian sama-sama dihadapi. Menjadi petugas pemadam kebakaran juga berarti siap menerima berbagai respons masyarakat. Ada ucapan terima kasih setelah api berhasil dipadamkan. Ada pula apresiasi ketika petugas berhasil menyelamatkan warga.
“Ketika ada yang berterima kasih kepada kami, kami bersyukur. Artinya, masih ada orang yang peduli dengan pemadam,” katanya.
Namun tidak semua respons bernada positif.
Kritik hingga cacian terkadang diterima ketika penanganan di lapangan tidak sesuai dengan harapan masyarakat. Bagi Mario, semua itu merupakan bagian dari pekerjaan.
“Sudah biasa. Itu memang risiko pekerjaan kami,” ujarnya.
Ia memilih tetap menjalankan tugas. Sebab bagi seorang petugas pemadam, setiap laporan berarti ada sesuatu yang harus segera ditindaklanjuti. Kemarau, ancaman kebakaran meningkat, kondisi kemarau yang berkepanjangan membuat kewaspadaan masyarakat semakin dibutuhkan. Rumput dan lahan yang mengering lebih mudah terbakar. Sampah yang dibakar sembarangan juga dapat menjadi sumber api.
Selain itu, instalasi listrik, kompor dan peralatan yang menghasilkan panas perlu diperhatikan untuk mencegah kebakaran.
Pencegahan bukan hanya menjadi tanggung jawab petugas. Masyarakat memiliki peran penting untuk memastikan api tidak muncul sejak awal. Dan jika kebakaran benar-benar terjadi, masyarakat diminta tidak menunggu api membesar. Jangan menunggu video tersebar, jangan menunggu kejadian menjadi viral, segera hubungi Call Center 112 Manado.
Sebab bagi petugas pemadam kebakaran, informasi yang cepat, lokasi yang jelas dan laporan yang akurat dapat menentukan seberapa cepat mereka tiba di lokasi.
Di balik 311 laporan kebakaran hingga 18 September 2026, ada ratusan kejadian yang menuntut respons cepat. Dan di balik suara sirene yang terdengar di jalan-jalan Kota Manado, ada manusia yang ikut bergerak.
Mereka juga memiliki rasa takut. Mereka tahu risiko yang dihadapi. Mereka tahu api dapat melukai siapa saja. Namun ketika laporan masuk, mereka tetap berangkat. Hilario Mario Anlo adalah salah satunya. Di media sosial, ia dikenal sebagai Om Damkar.(*)
