Morut-Liga Pelajar ASKAB PSSI Morowali Utara (Morut) 2026, resmi berakhir setelah seluruh rangkaian pertandingan hingga partai final rampung digelar.
Kompetisi yang diikuti 17 sekolah SMA/SMK/MA sederajat ini merupakan pelaksanaan tahun kedua Liga Pelajar ASKAB PSSI Morut, sekaligus menjadi bagian dari persiapan menuju Porprov X Sulteng.
Kegiatan tersebut turut dihadiri jajaran Pemerintah Daerah (Pemda) Morut, pengurus ASKAB PSSI Morut, perwakilan sekolah, official, wasit, serta para peserta kompetisi.
Rangkaian kegiatan kemudian ditutup oleh Wakil Bupati (Wabup), H Djira K SPd MPd.
- PLN Edukasi Keselamatan Kelistrikan Sejak Dini, Siswa TK Al-Irsyad Gorontalo Belajar Bahaya Listrik Lewat Cara Menyenangkan
- Audiensi Wamenkes RI, Bupati Delis Dorong Penguatan Layanan Kesehatan Morut
- HUT ke-62 Sulut, 69 Sertipikat Aset Pemprov Diserahkan, Pemerintah Perkuat Benteng Hukum Aset Daerah
Pada pertandingan perebutan juara III dan IV, SMKN 1 Mori Utara berhadapan dengan SMAN 2 Petasia. Sementara pada partai final perebutan juara I dan II, SMAN 1 Lembo bertemu SMAN 1 Petasia.
Hasil pertandingan tersebut menempatkan SMAN 1 Lembo sebagai juara I, disusul SMAN 1 Petasia sebagai juara II, SMKN 1 Mori Utara sebagai juara III, serta SMAN 2 Petasia sebagai juara IV.
Wabup Djira, dalam sambutannya, sangat mengapresiasi pelaksanaan Liga Pelajar ASKAB PSSI Morut 2026. Ia berharap kompetisi tersebut, dapat terus menjadi wadah pembinaan pemain muda, sekaligus mendukung persiapan Morut menuju Porprov X Sulteng di Morowali Desember 2026 mendatang.
“Terima kasih kepada ASKAB PSSI dan seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan ini. Semoga dari kompetisi ini lahir pemain-pemain muda yang bisa membawa nama harum Morut di Porprov nantinya,” ujar Wabup Djira.
Ketua ASKAB PSSI Morut, Arief Ibrahim, mengatakan, berakhirnya kompetisi bukan berarti proses pembinaan selesai. Hasil dari Liga Pelajar justru menjadi bagian penting dalam tahapan berikutnya, khususnya untuk persiapan sepak bola Morut menuju Porprov X Sulteng.
“Setelah Liga Pelajar ini, sudah ada 30 nama yang kami kantongi untuk masuk dalam proses seleksi menuju Porprov. Tentu masih akan ada tahapan berikutnya, untuk mendapatkan pemain-pemain terbaik yang siap membawa nama Morut,” kata Arief.
Arief menegaskan, bahwa Liga Pelajar sejak awal diarahkan tidak sekadar sebagai kompetisi antar sekolah, tetapi juga menjadi ruang untuk memantau potensi pemain muda Morut.
Hal itu menjadi semakin penting karena Porprov X Sulteng akan menjadi debut perdana Morut di cabang olah raga sepak bola.
Arief juga berharap, pemain yang terpantau dalam kompetisi ini bisa terus menunjukkan perkembangan hingga nantinya mampu bersaing dalam proses seleksi dan masuk dalam skuad Morut.
Selain menjadi bagian dari persiapan Porprov, Arief menilai keberlanjutan Liga Pelajar juga menjadi sesuatu yang patut dibanggakan.
“Ini patut kita banggakan. Liga Pelajar sudah memasuki tahun kedua. Tahun lalu 12 sekolah, sekarang meningkat menjadi 17 sekolah. Artinya, ada antusiasme dan ada ruang pembinaan yang terus kita bangun,” ungkap Ketua Komisi DPRD Morut itu.
Ia menilai, konsistensi penyelenggaraan Liga Pelajar menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem sepak bola pelajar di Morut. Kompetisi yang rutin digelar memberikan ruang bagi pemain muda, untuk mendapatkan pengalaman bertanding sekaligus membuka peluang bagi ASKAB dalam menemukan talenta – talenta baru.
Jumlah peserta tahun ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang diikuti 12 sekolah. Peningkatan tersebut menjadi salah satu indikator semakin luasnya partisipasi sekolah dalam pembinaan sepak bola pelajar di Morut.
Arief, memberikan, apresiasi kepada seluruh panitia yang telah mempersiapkan dan menjalankan kompetisi hingga selesai.
Menurut Arief, terselenggaranya Liga Pelajar tidak terlepas dari kerja sama seluruh pihak, mulai dari sekolah peserta, pemain, official, panitia hingga perangkat pertandingan.
Apresiasi khusus juga disampaikan kepada para wasit yang memimpin pertandingan. Para wasit tersebut merupakan wasit asal Morut yang telah memiliki lisensi, termasuk sejumlah wasit yang sebelumnya mengikuti kursus wasit C3 yang dilaksanakan ASKAB PSSI Morut.
“Pembinaan sepak bola tidak hanya soal pemain. Kita juga harus menyiapkan perangkat pertandingan. Karena itu, keberadaan wasit-wasit lokal yang berlisensi juga menjadi bagian dari kemajuan sepak bola Morut,” tandas Arief.
Dalam pelaksanaan tahun kedua ini, Wakil Ketua ASKAB PSSI Morut, Usman Ukas, turut menyampaikan terima kasih kepada Pemda Morut, para sponsor dan pihak sekolah atas dukungan terhadap pelaksanaan Liga Pelajar dan pembinaan sepak bola di Morut.
Menurut Usman, dukungan Pemda, para sponsor dan pihak sekolah menjadi salah satu bagian penting, sehingga kegiatan bisa terselenggara dan pembinaan sepak bola dapat terus berjalan.
“Terima kasih kepada Pemda, para sponsor dan pihak sekolah yang terus memberikan support kepada ASKAB, sehingga kegiatan ini bisa terselenggara dengan baik Kita berharap sinergi ini terus berjalan untuk kemajuan olahraga, khususnya sepak bola di bumi tepo asa aroa, “ucapnya.
Dengan berakhirnya Liga Pelajar ASKAB PSSI Morut 2026, tahapan berikutnya kini diarahkan pada proses seleksi pemain menuju Porprov X Sulteng.
Nama-nama pemain yang terpantau selama kompetisi akan kembali di lirik untuk mengikuti tahapan seleksi, sembari membentuk skuad sepak bola Morut yang akan menjalani debut perdananya di ajang Porprov X Sulteng di Morowali Desember 2026 nantinya. (*/NAL)
