Pemdes Tumaluntung Buka Akses Belajar Bahasa Inggris untuk Anak Desa

oleh -1154 Dilihat

Minut-Anak-anak di Desa Tumaluntung, Kecamatan Kauditan, Minahasa Utara, akan mendapat ruang belajar tambahan di luar pendidikan formal. Pemerintah desa tengah menyiapkan kursus Bahasa Inggris gratis yang diperuntukkan bagi siswa SD hingga SMP.

Program ini dirancang sebagai salah satu upaya5 pemerintah desa memperluas kesempatan anak-anak memperoleh keterampilan tambahan sejak usia sekolah.

Bukan hanya kemampuan berbahasa, materi yang disiapkan juga mencakup speaking dan public speaking. Keterampilan tersebut dinilai dapat membantu anak-anak membangun kepercayaan diri sekaligus kemampuan berkomunikasi di ruang publik.

Hukum Tua Tumaluntung, Richard S. Kamagi, mengatakan kursus tersebut akan dilaksanakan tanpa membebankan biaya kepada peserta.

Sebagai bagian dari konsep program, peserta nantinya diminta membawa sampah plastik yang kemudian disetorkan melalui Bank Sampah Baciraro. “Bayarnya pakai sampah plastik,” ujar Richard, Rabu (16/9/2026).

Kerja sama dengan Bank Sampah Baciraro membuat kegiatan pendidikan ini sekaligus memiliki unsur edukasi lingkungan. Sampah yang dikumpulkan anak-anak tidak dibiarkan menjadi limbah, tetapi masuk dalam pengelolaan bank sampah yang selama ini telah mengembangkan pemanfaatan sampah menjadi produk bernilai ekonomi.

Richard mengatakan kemampuan Bahasa Inggris dipilih karena memiliki kaitan dengan arah pengembangan Tumaluntung sebagai desa wisata.

Anak-anak sejak dini diharapkan memiliki kemampuan komunikasi yang dapat menunjang mereka ketika berinteraksi dengan wisatawan maupun dalam berbagai kegiatan yang menghadirkan pengunjung dari luar daerah dan mancanegara.

“Karena Tumaluntung juga desa wisata yang mungkin bisa jadi bekal kalau ada kunjungan-kunjungan wisatawan. Jadi anak-anak dari SD sampai SMP dibekali kemampuan speaking dan public speaking yang baik lewat kursus Bahasa Inggris,” jelasnya.

Saat ini pemerintah desa masih melakukan persiapan sebelum program tersebut dimulai. Rencana pelaksanaannya ditargetkan berlangsung dalam waktu dekat.

Pemdes Tumaluntung juga telah menyampaikan rencana program tersebut kepada Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara.

Richard berharap kursus tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan belajar tambahan, tetapi dapat menjadi investasi jangka panjang bagi anak-anak desa.

“Konsepnya sederhana. Anak mendapatkan ilmu, mendapatkan generasi yang lebih siap, sementara lingkungan mendapatkan manfaat dari berkurangnya sampah plastik,” ungkapnya.

Keterlibatan peserta dalam pengumpulan sampah diharapkan membentuk kebiasaan menjaga lingkungan sejak usia sekolah. (T3)

No More Posts Available.

No more pages to load.