Morut-Kepala Gudang Bulog Tompira Kabupaten Morowali Utara ( Morut), Satrio H Usman, menjelaskan, persediaan beras milik Pemerintah yang hendak di suplai untuk 122 Desa dan 3 Kelurahan di Morut pada tahap 1 ini, tidak berpengaruh dengan kenaikan harga beras yang terjadi di pasaran saat ini.
“Stok beras di gudang Bulog saat ini, tercatat sebanyak 250.000 kg atau 2,5 Ton. Bahkan pada tahap 1 di Januari 2024, stoknya sudah di droping sejumlah 80.900 kg di 10 Kecamatan yang ada di Morut, ” jelas Rio sapaan akrabnya, kepada sejumlah wartawan dikantornya, belum lama ini.
Berkaitan dengan pendistribusian untuk tahap 1 sampai Juni 2024 nantinya, stoknya sudah ada tinggal menunggu droping saja, sesuai dengan jadwal yang dikeluarkan Disperindakop Morut.
“Pendistribusian dalam setiap bulannya, di sesuaikan dengan data yang di keluarkan oleh Pemda Morut,” katanya.
- Annabelle Maliangkay Wakili Minut di Putri Otonomi Indonesia 2026, APKASI Resmi Buka Audisi 20 Besar
- Ingatkan Pemprov Sulut Serius Tindak Lanjuti Rekomendasi Dan Arahan BPK RI, Michaela Paruntu : DPRD Sulut Akan Pastikan Setiap Rekomendasi Ditindak Lanjuti Secara Maksimal
- DPRD Tomohon Gelar Paripurna Usul Pergantian Pimpinan, Sekkot Hadiri Mewakili Wali Kota
Disinggung soal peran pihak Bulog dalam mengantisipasi harga beras di pasaran saat ini, pihaknya telah memiliki yang namanya Rumah Pangan Kita. Outlet tersebut merupakan binaan PT Bulog yang merupakan Perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
“Biasanya Rumah Pangan Kita tersebut, berada di kompleks pasar umum, dengan cara melakukan pendistribusian beras milik Bulog, di sesuaikan dengan Harga Eceran Tertinggi (HET), Rp. 10.900 /kg, ” ujar Rio.
Sekedar diketahui untuk stok beras Bulog yang ada di gudang Tompira areal Kolonodale Kabupaten Morut dan Morowali Bungku masih berada di bawah naungan kantor Bulog Poso. (*/NAL)








