Bitung, Redaksisulut – Lagi, beredarnya video Siswa-siswa yang berkumpul di depan area sekitar sekolah dengan menggunakan pakaian preman dengan indikasi terjadinya tawuran kini diamankan Polsek Maesa. Rabu, (6/7/2022).
Menurut Kapolsek Maesa, AKP. Dewa Ayu Cempaka, dengan adanya laporan, pihak dari Polsek Maesa bersama Satuan Polisi Pamong Praja (SPPP) langsung lakukan Patroli.
“Dalam patroli, setiap siswa yang didapati dan terindikasi akan terjadinya tawuran langsung diamankan petugas”. Katanya.
Dewa juga menyampaikan bahwa dalam patroli juga ada beberapa siswa yang meneriaki seperti ejekan kepada petugas.
- Melangkah Sehat, Bergerak Hijau: PLN UP3 Luwuk Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 dengan Aksi Bersih Lingkungan
- Gelorakan Semangat Pancasila, PLN dan Pemprov Sulteng Kejar Target 100% Desa Berlistrik di 2029
- Pansus RTRW Menggelar Rapat Penyempurnaan Hasil Evaluasi Kemendagri Terhadap Ranperda RTRW Tahun 2025-2044
“Bagi para Siswa yang diamankan, langsung dilakukan pembinaan dan diundang Orang Tua untuk dibuatkan surat pernyataan yang ditandatangani Pihak Keluarga dan Lurah”. Katanya.
Dengan adanya kejadian ini, Kapolsek Maesa meminta agar dari Orang Tua dan Pihak Sekolah untuk lebih memperhatikan dan melarang siswa untuk membawa kendaraan.
“Bagi Orang Tua dan Pihak Sekolah harus menekankan anak/siswa untuk tidak membawa kendaraan karena itu salah satu akar terjadinya permasalahan”. Kata Dewa seraya menyampaikan bahwa untuk itu diminta kerjasamanya dari pihak Orang tua dan Pihak Sekolah. Dan untuk Polsek Maesa bersama SPPP akan selalu melakukan patroli.
Untuk lokasi pengamanan siswa-siswa yang terindikasi terjadinya tawuran di depan kedai 88 dan depan SMK Negeri 2 Bitung dengan jumlah siswa ada 16 orang.
Dari 16 Siswa yang diamankan rata-rata masih berumur belasan tahun dan untuk 15 siswa diketahui baru mau melakukan pendaftaran di SMK Negeri 2 Bitung dan untuk 1 Orang siswa masih duduk di bangku kelas 2 SMP. (Wesly)






