Gorontalo – Wali Kota Gorontalo Marten Taha menghadiri rapat Paripurna pembicaraan tingkat I (lanjutan) DPRD Kota Gorontalo, terkait dengan penyampaian pemandangan umum fraksi serta tanggapan dan jawaban Wali Kota Gorontalo atas pemandangan umum fraksi terhadap Ranperda tentang APBD Kota Gorontalo Tahun Anggaran 2023, Senin (3/10/2022).
Wali Kota Marten menjelaskan terdapat tiga substansi yang disampaikan dalam pembahasan Ranperda APBD 2023 dan kebijakan Pemerintah Kota (Pemkot) Gorontalo dalam menjaga stabilitas harga barang dan jasa agar sehingga ekonomi tidak terpuruk.
“Tiga hal penting yang akan kami lakukan pertama, pengendalian inflasi. Sebab kalau pengendalian inflasi kita terjaga artinya daya beli masyarakat juga terjaga,” Jelas Wali Kota Marten.
Ditambahkan Wali Kota Marten, kedua pembangunan infrastruktur yang akan tetap dilanjutkan seperti ditahun-tahun sebelumnya. Karena tema sari APBD 2023 yaitu peningkatan infrastruktur dalam rangka pemulihan ekonomi dan reformasi sosial sehingga beberapa infrastruktur ekonomi yang belum tercover ditahun 2022 ini akan kami lanjutkan ditahun depan.
“Dan ketiga adalah penyediaan buffer stock (stok pengaman) dalam rangka penanggulangan sosial. Pemkot juga akan memberikan Bantuan Langsung Tunai (BLT) sebangai konvensasi BBM serta Bantuan Sosial Pangan Tunai (BSPT), ” terang Wali Kota Marten.
Selain itu, Wali Kota Marten juga menjelaskan terkait dengan nasib para tenaga honorer dilingkungan Pemkot Gorontalo yang tentunya menjadi perhatian khusus bagi dirinya dan secara nasional.
“Nah yang kita fikirkan bagaimana kita bisa mengangkat para honorer ini agar menjadi PNS PPPK, tapi karena jumlahnya begitu besar kan tidak mungkin semua diangkat. Untun mengatasi hal tersebut yang tidak dapat mengikuti oengakuhan akan kami berikan bimbingan melalui Lokal Latihan Kerja (LKK) agar mereka dapat bekerja didunia bisnis UMKM atau sebagai wiraswasta, ” Tutup Wali Kota Marten. (***/Has)








