Jadi Narsum, Kaper BKKBN Sulut Paparkan Peran Perguruan Tinggi Dalam Mendukung Percepatan Penurunan Stunting

Sulut-Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Provinsi Sulut, Tampusu,melaksanakan kuliah umum dengan tujuan untuk memberikan pengetahuan lebih mendalam tentang kependudukan dan stunting pada Senin (08/07/2024).

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Utara, Ir. D. Tino Tandaju, S.T., M.Erg, sebagai narasumber dalam kuliah umum tersebut, menyajikan Materi tentang “Situasi Kependudukan dan Stunting” serta peran perguruan tinggi dalam mendukung percepatan penurunan stunting melalui program inovasi kemahasiswaan dan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Dalam paparannya,Kaper BKKBN Sulut menekankan pentingnya peran perguruan tinggi dalam penanganan stunting, terutama melalui keterlibatan mahasiswa dalam program pengabdian masyarakat.

“Mahasiswa sebagai agen perubahan dapat berkontribusi signifikan dalam mengatasi masalah stunting dengan menerapkan pengetahuan dan keterampilan para mahasiswa IPDN langsung di tengah masyarakat,” Ujar Tandaju.

Lanjut di katakan Kaper BKKBN Sulut, laju pertumbuhan Penduduk menurut data IMF (2018), populasi di Indonesia mencapai 264,16 juta jiwa dan diprediksikan bahwa pada tahun 2024, Indonesia akan mengalami Laju pertumbuhan penduduk hingga mencapai 281,64 juta jiwa.

“Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) memiliki tugas melaksanakan Pengendalian Penduduk dan menyelenggarakan Keluarga Berencana , sebagaimana tertuang dalam Undang-Undang Nomor  52 Tahun 2009 Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga pada Pasal 56 Ayat (1). BKKBN dengan Komponen yang ada mempunyai tugas dan fungsi masing-masing.” Jelas Tandaju.

Dipaparkan pula, data stunting di Provinsi Sulawesi Utara dimana target Provinsi Sulut Tahun 2025 adalah 19 persen.

“Dari data capaian yang ada maka diharapkan agar upaya penurunan lebih fokus pada penurunan angka dan intervensi kepada balita yang sudah stunting, dan upaya pencegahan kepada sasaran beresiko stunting lebih di maksimal. Agar tidak ada penambahan kasus stunting baru yang belum terdata maupun terintervensi. Kesadaran masyarakat untuk ke posyandu masih kurang.” Ungkap Tandaju.

Memperhatikan pola asuh, lingkungan yang memadai dan pendapatan masyarakat yang bervariasi.Memaksimalkan keterlibatan Pentahelix (Swasta/CSR, Perguruan Tinggi, LSM, Organisasi, mitra kerja lainnya) dan Fungsi TPPS dibeberapa Kab/Kota.

“Diharapkan, melalui kegiatan ini, mahasiswa dapat termotivasi untuk aktif mendukung program-program pemerintah dalam percepatan penurunan stunting di Indonesia,” Pungkas Kaper BKKBN Sulut.

Kuliah umum ini turut dihadiri oleh Direktur IPDN Kampus Sulawesi Utara, Dr. Drs. Arnold Poli, SH., MAP, dan Suraji S.Sos., MAP, yang merupakan Kepala Unit Pengamanan dalam. Selain itu, hadir pula tim dari Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Utara, termasuk Ketua Tim Kerja Pengendalian Penduduk, Ignasius P. Worung, SE., M.Si., dan Ir. Ronny Sumilat, selaku Ketua Tim Kerja Pelatihan Peningkatan Kompetensi, bersama dengan tim dari Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Utara. (*J.Mo)

Loading