Tahuna – Warga RT 9 Kelurahan Santiago kecamatan Tahuna, Kepulauan Sangihe sejak tadi pagi memblokir jalan masuk ke lokasi galian C. Pasalnya jalan tersebut rusak parah akibat dilalui kendaraan truk pengangkut material galian C.
Sebanyak 84 kepala keluarga (KK) mendiami sepanjang jalan tersebut sudah lama memperjuangkan agar ada perbaikan. Dampak dari Kerusakan jalan sangat dirasakan oleh masyarakat sebab angkutan umum meminta bayaran mahal jika harus mengantar mereka masuk kedalam kisaran Rp 25.000 dan itupun tergantung jumlah barang yang diangkut jadi harga bisa lebih tinggi.
Tokoh masyarakat setempat Kirson Kakunsi, kepada media ini mengatakan masyarakat kelurahan Santiago khususnya RT 9 sudah kedua kalinya melakukan aksi serupa, tercatat tahun 2016 melakukan hal yang sama waktu itu mereka mendapat jawaban dan jalan rusak pun di perbaiki.
“Tahun 2016 silam kami juga palang jalan ini sampai akhirnya pemerintah waktu itu Bupati Hironimus Rompas Makagansa langsung merespon dan memperbaikinya” tutur Kakunsi.
Lalu kata ketua RT 9 Karel Makampuge, jalan tersebut merupakan akses satu-satunya menuju ke lokasi galian C setiap hari kendaraan truk bolak-balik mengukur material herannya pemerintah menutup mata terhadap kerusakan jalan sampai akhirnya jalan rusak parah.
“Ini akses jalan ke galian C seharusnya diperhatikan oleh pemerintah makanya perlu ada aksi sehingga ada kepedulian jika dibiarkan makin parah kerusakan jalan ini, lagipula saat hujan deras jalan berubah jadi aliran air karena drainase dan kerusakan yang sangat parah” ungkap dia.
Lurah Santiago Zyaiful Markus, memberikan keterangan bahwa penutupan jalan itu memang upayah terakhir masyarakat sebab pemerintah kelurahan bersama masyarakat sudah menyuarakan masalah jalan itu sampai pada pembahasan Musrenbang kecamatan yang paling di prioritas adalah jalan itu. “Kami memaklumi bahwa itu jalan terakhir yang masyarakat lakukan” imbuh Markus.
Lanjut Markus, jika jalan ini tetap di blokir akan berpengaruh besar terhadap suplai material galian C untuk sejumlah proyek di kabupaten kepulauan Sangihe, juga bagi warga yang sedang membangun karena mereka tidak bisa masuk ke lokasi galian C.
“Kami pahami dengan penutupan jalan ini dampaknya sangat siknifikan termasuk berpengaruh pada ketersediaan materi galian C, apalagi saat ini beberapa proyek sementara dikerjakan dan materialnya dari wilayah RT 9 itu” kata Lurah.
Kendati demikian Markus akan berupaya melakukan komunikasi dengan pemerintah daerah agar tuntutan masyarakat segera ditindak lanjuti sehingga jalan menuju galian C segera di buka.
Mantan Lurah Santiago, H. Nelson Onthoni, juga mengatakan kondisi serupa ketika ia menjadi lurah dimana keluhan paling mendasar masyarakat soal jalan rusak, jadi ia tidak heran lagi jika aksi serupa dilakukan kembali “iya waktu tahun 2016 saat itu saya lurah masyarakat lakukan aksi serupa untung waktu itu pemerintah bergerak cepat mengatasi sehingga tidak menggangu aktifitas pembangunan” tandas dia.
Sementara itu, Sekretaris daerah Herry Wolf mengatakan pihaknya telah melakukan rapat dengan Dinas pekerjaan umum (PU) untuk mengatasi masalah jalan tersebut, “kami sudah mengambil langkah untuk mengantisipasinya dan kamu telah memerintahkan dinas PU untuk melakukan evaluasi sehingga jalan itu bisa di perbaiki” kata Wolf.
Lanjut dia, diminta masyarakat bersabar sebab memang selam dua tahun ini biasanya pembiayaan jalan bersumber dari dana alokasi khusus namun karena pandemi Covid-19 maka ada kendala pada pembiayaan tetapi pemerintah tetap berupaya. (*/YL)











