oleh

DPPAD Sangihe : Kekerasan Perempuan Dan Anak Tahun 2021 Sebanyak 51 Kasus

-Sangihe-117 Dilihat

Sangihe – Sepanjang tahun 2021 Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Daerah (DPPAD) Kepulauan Sangihe setidaknya mencatat kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak sebanyak 51 kasus.

Kasus dominan adalah pelecehan seksual menempati urutan teratas dengan jumlah kasus 36 kasus, lalu kekerasan fisik 8 kasus, sedangkan psikis 5 kasus, kasus penelantaran sebanyak 9 kasus. Sedangkan kasus yang menimpa anak perempuan dibawah umur sebanyak 35 kasus, anak laki-laki di bawah umur 6 kasus, untuk perempuan dewasa 18 kasus.

Kepala dinas PPKAD, Vebe Bawole mengatakan sepanjang tahun 2021 pihaknya gencar melakukan pendampingan bagi para korban kekerasan fisik maupun seksual sampai ke ranah hukum “Sebagaimana tugas kami, kami maksimalkan pelayanan berupa pendampingan kepada para korban” tandas Bawole.

Kata dia, biasanya korban datang langsung ke kantor DPPAD namun juga ada yang langsung melapor ke pihak Kepolisian dan dari kepolisian berkoordinasi dengan pihaknya sehingga terjalin koordinasi yang baik dalam penanganan kasus.

“Kami dengan pihak kepolisian saling berkoodinasi setiap laporan ke kami ataupun yang langsung ke pihak kepolisian” kata Bawole.

Bawole melihat kasus dominan adalah pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur mendominasi menjadi masalah serius yang harus diatasi maka langkah yang selama ini dilakukan oleh DPPAD antara lain menjalin kerjasama dengan pemerintah kampung untuk memberikan sosialisasi dan edukasi sehingga benar-benar ada upaya proteksi dini baik dilingkungan keluarga maupun masyarakat.

Tak hanya itu, disadari masih banyak juga kasus yang disembunyikan karena faktor nama baik keluarga dan faktor lain akan tetapi kata Bawole, setiap laporan yang masuk pasti ditindaklanjuti namun ia menyayangkan soal masih ada yang menutup-nutupi kasus, “memang segala upaya pendekatan ke masyarakat dalam melakukan pencegahan dan penanganan kasus tetap masih ada kendalanya tetapi upaya dinas selalu memberikan pelayanan terbaik bagi para korban” tandas Bawole. (*/YL)