Bonbol-Wakil Ketua DPRD Bone Bolango,Azan Piola SH,mengimbau masyarakat di Bone Bolango agar mewaspadai penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Pasalnya kondisi cuaca ekstrem rentan menimbulkan dampak negatif khususnya penyakit DBD.
“Masyarakat kita harus waspada terhadap penyakit ini, karena demam berdarah yang di sebarkan oleh nyamuk Aedes aegypti ini sangat berbahaya hingga mematikan, bagi para korbannya, apalagi dengan kondisi cuaca kita saat ini besar kemungkinannya dapat menimbulkan dampak yang negatif bagi kesehatan manusia,”Ujar Azan.
Di sisi lain ia juga meminta, agar instansi terkait dalam hal ini Dinas Kesehatan terus melakukan pengawasan terhadap potensi demam berdarah di daerah.
“Musim penghujan ini rentan menyebabkan munculnya nyamuk Aedes aegypti, jadi dinas kesehatan atau petugas medis harus stanby dalam mengawasi, serta masyarakat juga harus aktif dalam menjaga kesehatan dan kalau ada gejalanya segera saja mendatangi tempat kesehatan,” Ujar Azan Piola.
- Menteri Nusron Ingin Target PTSL 2027 Ditambah, Perluas Kepastian Hukum Bagi Masyarakat
- Bahas Rencana Kerja TA 2027 Dengan Komisi II DPR RI, Menteri Nusron Usulkan Pagu Anggaran Rp.10 Triliun
- Laporkan Progres Dukungan KSPEAN Papua Selatan, Wamen Ossy Tegaskan Landasan Kuat Agenda Pembangunan Nasional
Terinfomasi adanya laporan dari aparat desa bahwa sejumlah masyarakat di Desa Kopi, Kecamatan Bulango Utara terjangkit penyakit DBD, dan sekarang kurang lebih 16 warga Desa Kopi yang terjangkit penyakit DBD, 2 diantaranya sementara dirawat di rumah sakit.
Bahkan salah satu aparat Desa Kopi mengaku sudah menghubungi pihak puskesmas setempat untuk dapat melakukan tindakan serius.
Sementara, salah satu kader posyandu Desa Kopi, juga mengatakan bahwa pihak puskes akan turun langsung ke Desa Kopi melakukan survei jentik nyamuk pada hari Sabtu, (30/03/2024) di lansir Dailypost.id.
Diketahui, tercatat pada tanggal 22 Januari 2024 terdapat sebanyak 62 kasus positif DBD di beberapa wilayah di Kabupaten Bone Bolango, dan paling terbanyak di wilayah Suwawa dengan total 35 kasus. (Arr)








