Wujud Nyata Solidaritas Antarumat Beragama, Umat Bersama Pastor Gereja Katolik Paroki Santo Yohanes Tahuna Menyapa Peserta Pawai Takbiran.

Tahuna –  Pastor Paroki Jacob Adilang Pr bersama umat  Gereja Katolik Paroki Santo Yohanes Rasul Tahuna pada Jumat malam (20/03/2026),  menyapa dengan ramah rombongan umat Muslim yang melintasi depan lokasi  gereja dalam rangka pawai malam takbiran menyambut Hari Raya Idul Fitri.

Momen  ini menjadi wujud  nyata kehidupan toleransi dan kebersamaan antarumat beragama di Kabupaten Kepulauan Sangihe. Pastor bersama umat berdiri di depan gereja pusat paroki, memberikan salam dan senyum persaudaraan kepada peserta pawai yang melintas, sebagai bentuk dukungan dan penghormatan terhadap sukacita saudara-saudara Muslim yang merayakan hari kemenangan.

Pastor Jacob Adilang, Pr mengatakan bahwa kebersamaan seperti ini merupakan nilai luhur yang harus terus dirawat dalam kehidupan bermasyarakat, terlebih di daerah yang dikenal memiliki toleransi antar umat beragam dan  hubungan kekeluargaan yang kuat.

“Saling berbagi itu indah. Solidaritas dan persaudaraan adalah rasa yang bisa dibagikan, dan yang merawat adalah mereka yang bisa merasakan,” ungkap Pastor Jacob.

Pastor juga mengatakan, kehadiran umat Katolik di depan gereja  dalam rangka menyapa pawai takbiran bukan sekadar bentuk seremonial, tetapi menunjukan dimana  masyarakat Sangihe hidup dalam semangat persaudaraan, saling menghormati, dan saling menjaga satu sama lain.

Sebagai pimpinan umat katolik di Sangihe,  Pastor Jacob menegaskan bahwasanya, perbedaan keyakinan tidak pernah menjadi penghalang untuk membangun kebersamaan, justru menjadi kekuatan yang memperkaya kehidupan sosial dan budaya masyarakat.

Suasana  bertambah akrab ketika Peserta pawai takbiran tampak melambaikan tangan dan membalas sapaan umat yang berdiri di halaman gereja,  sehingga menciptakan pemandangan yang mengharukan dan mencerminkan betapa rukunnya imat beragama  khusunya dikabuoaten Sangihe.

Pastor Jacob sangat  berharap semangat solidaritas antar umat beragama terus dipelihara, sehingga kedepannya  kehidupan masyarakat tetap harmonis dan penuh kasih, terutama dalam menghadapi berbagai tantangan sosial. (Yoss)

Loading