Tomohon– Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Drs Steven Kandouw hadir dalam kegiatan rapat senat terbuka dalam rangka wisuda lulusan program sarjana (S1) magister (S2) dan doktor (S3), Universitas Kristen Indonesia Tomohon (UKIT) Yayasan GMIM Ds. A.Z.R. Wenas, Kamis (25/1/2024).
Mengawali sambutan, Wagub merasa bangga dan bersyukur karena UKIT mampu menghasilkan wisudawan dalam jumlah banyak.
“Saya percaya (wisudawan) tahun ini lebih banyak dari tahun lalu, dan tahun depan akan lebih banyak dari tahun ini,” tuturnya.
Dia menerangkan, setiap universitas memiliki tujuan untuk menjadi World Class University atau Universitas Kelas Dunia. Sehingga tidak ada salahnya UKIT juga memiliki tekad menjadi universitas kelas dunia.
- Perkuat Kebersamaan Dimomen HUT RI Ke 81, Polres Bitung Gelar Olahraga Bersama Bhayangkari
- Mendengarkan Pidato Presiden Dalam Rangka HUT RI Ke 71, DPRD Bitung 2 Kali Gelar Paripurna Dalam Sehari
- Jalin Kerja Sama Dengan RSUD Bitung, Yayasan Rumah Lukaku Indonesia Lakukan Pemeriksaan Mata Dan Kitanan Gratis
Wagub Kandouw melanjutkan hingga saat ini baru ada empat orang guru besar di bidang teologi. Semuanya berasal dari sekolah pendidikan di Jakarta. Dirinya berharap guru besar berikutnya akan muncul dari UKIT.
Wagub Kandouw pun menekankan bahwa ikatan alumni menjadi salah satu parameter dalam menilai kualitas suatu universitas. Dimana mereka juga memiliki kekuatan untuk memberi masukan-masukan guna kemajuan universitas.
Selanjutnya Kandouw menyampaikan tentang meritokrasi yang merujuk pada sistem yang memberikan penghargaan lebih kepada mereka yang berprestasi dan berkemampuan.
Wagub pun menjelaskan tentang tiga investasi yang penting dalam hidup. Mulai dari investasi spiritual, investasi intelektual, investasi material. Menurutnya investasi ini dapat terwujud dengan adanya usaha dan etos kerja yang baik.
Selain itu sarjana tidak hanya tentang akademik, namun juga berbudi luhur dan miliki sikap mau berkorban bagi keluarga, masyarakat serta bangsa dan negara.
“Banyak selamat untuk para wisudawan dan keluarga,” tandas Kandouw.
Turut hadir Ketua BPMS GMIM, Pdt Dr Hein Arina, Rektor, Ketua Senat serta perwakilan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) RI. (*)






