Morut-Investasi Perkebunan Sawit yang hadir di Kabupaten Morowali Utara (Morut) dalam pengembangan maupun pembaharuannya, kini semakin santer di perbincangkan oleh sejumlah masyarakat dan oknum elite politik yang ada di DPRD Sulteng.
Seperti halnya, perizinan PT Cipta Agro Sakti (CAS) yang saat ini berinvestasi di wilayah Kecamatan Bungku Utara dan Mamosalato.
Ditengah santernya isu tersebut, sejumlah wartawan turun langsung dilapangan, untuk meminta pernyataan para warga yang suka maupun tidak suka dengan kehadiran PT CAS, khususnya di Dusun Pendangkalan Desa Menyoe Kecamatan Mamosalato, Rabu (04/06/2025).
Warga Menyoe, Suryadarma, menegaskan, kehadiran PT CAS di wilayah mereka telah banyak memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat,
“Kami sudah buat kesepakatan, untuk tetap mempertahankan hadirnya PT CAS di daerah ini,” tegas Suryadarma.
Salah satu Dewan Adat Menyoe, Timotius, menerima dan berharap jika itu sudah sesuai dengan persetujuan Pemerintah dan Perusahaan, sebagai Dewan Adat tetap akan mengawasi soal apa yang mereka lakukan di daerah ini kedepannya.
“Kami Dewan Adat akan terus berkomitmen secara Adat. Terkait isu yang beredar copot Bupati, sebagai masyarakat, Pemerintah dan Perusahaan yang suka maupun tidak suka, tolong kedepannya kami Dewan Adat dilibatkan dalam mediasi – mediasi yang di lakukan. Kami merindukan daerah ini tetap aman, damai dan kondusif, ” harapnya.
Tokoh Masyarakat Menyoe lainnya, biasa disapa Papa Obin, sangat merasakan dampak positif atas kehadiran PT CAS diwilayah mereka.
Kata dia, sejak dahulu masyarakat sangat menderita turun temurun, akibat jalan yang rusak, dan ditempuh selama berhari hari, sementara itu sekarang tinggal hitungan jam saja sudah sampai pada tujuan.
“Kami lihat ini semua sudah sesuai prosedur setelah Perusahaan masuk, ada asas manfaatnya, apalagi soal jalan. Ini juga sesuai visi misi dan tujuan yang sama, yakni mendambakan sejahtera untuk membangun Morut,”ungkapnya.
“Kami berharap PT CAS tetap beroperasi, kami sangat mendukung Pemerintah dan Perusahaan. Ada bahasa diluar sana mau copot Bupati, saya Obin atas nama tokoh masyarakat Menyoe, menegaskan, kami tidak mau Bupati dan Wakil Bupati di copot,” tukasnya.
Kades menyoe, Solwinsi Dowo, dikonfirmasi, terkait isu dan aktivitas serta perkembangan dari izin PT CAS, diwilayahnya mengatakan, ada ijinnya sejak 10 Januari 2025, namun pihaknya tidak memiliki wewenang lain, ia hanya bisa membantu saja.
“Sejauh ini kami lihat ada asas manfaatnya dengan hadirnya PT CAS didaerahnya, apalagi soal kesejahteraan masyarakatnya, termasuk peningkatan perekonomian. Seandainya tidak ada PT CAS, masyarakat kami merasa sulit soal ekonomi. Sebagai Pemerintah Desa (Pemdes) berharap kepada Pemda, terkait isu – isu yang beredar, agar secepatnya menjawab keresahan itu, serta memediasi masyarakat ke arah yang positif. Kalau ada konflik sedikit, itu hanya soal kebutuhan sosial saja. Sebagai Kades kami berharap masyarakat dapat menerima kehadiran PT CAS, ” ungkapnya.
Kepala Perwakilan PT CAS Sulteng, Agustinus Hariadi, menjelaskan, pihak perusahaan hadir berinvestasi sejak awal, mulai dari survei hingga pengembangannya, datang dengan dokumen serta izin izin yang lengkap.
” Melalui Pemerintah hingga ke masyarakat, kami hadir dengan niat baik untuk mensejahterakan masyarakat Morut. Kami sudah berinvestasi dan membuka perkebunan dimana – mana, dan Alhamdulillah semua berjalan aman dan terkendali, serta punya asas manfaat positif yang besar bagi masyarakat setempat, ” tandasnya. (**)
![]()









