Sulut – Salah satu sisi negatif dari teknologi informasi berbasis digital adalah karakteristik yang disebut dengan “kurasi algoritma”.
Dimana, karakteristik ini dapat berpotensi mengakibatkan terjadinya keterbelahan sosial, termasuk keterbelahan antar umat beragama. Untuk itu Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dituntut untuk dapat menjawab tantangan yang timbul dari teknologi informasi ini agar kerukunan umat beragama tetap terjaga dan terpelihara.
“Saya mengharapkan forum ini juga membahas tantangan tersebut secara mendalam serta menyiapkan langkah antisipasinya,” pesan Wakil Presiden (Wapres) K.H. Ma’ruf Amin pada Pekan Kerukunan Internasional Dan Konferensi Nasional FKUB KE-6 Se-Indonesia Tahun 2021, di Hotel Sultan Raja, Minahasa Utara, Provinsi Sulawesi Utara, Jum’at (19/11/2021).
Lebih jauh Wapres menguraikan, bahwa kemampuan Kurasi Algoritma dapat menggiring setiap orang atau kelompok orang meyakini hanya terhadap informasi yang dipasok dari kelompoknya sebagai kebenaran, sementara kelompok lain berpedoman pada kebenaran yang diyakini kelompoknya sendiri.
- Menteri Nusron Ingin Target PTSL 2027 Ditambah, Perluas Kepastian Hukum Bagi Masyarakat
- Bahas Rencana Kerja TA 2027 Dengan Komisi II DPR RI, Menteri Nusron Usulkan Pagu Anggaran Rp.10 Triliun
- Laporkan Progres Dukungan KSPEAN Papua Selatan, Wamen Ossy Tegaskan Landasan Kuat Agenda Pembangunan Nasional
“Hal ini mengakibatkan terjadinya keterbelahan sosial dalam hal ini keterbelahan antar umat beragama,” tuturnya.
Dalam forum yang bertajuk “Torang Samua Ciptaan Tuhan” tersebut, Wapres juga menekankan pentingnya menjaga kerukunan antar umat beragama, khususnya di Indonesia sebagai negara yang majemuk. Sebab, kerukunan antar umat beragama merupakan unsur utama bagi terciptanya kerukunan nasional.
“Kerukunan umat beragama tidak datang dengan sendirinya, tetapi harus senantiasa kita jaga dan kita pelihara,” pungkas Wapres. (*/JM)








