Manado – Walikota Manado, DR. Ir. GS Vicky Lumentut, SH, M.Si, DEA, tetap berkomitmen mempertahankan Manado sebagai salah satu kota baramoter kerukunan di Indonesia. Dimana Walikota ikut meletakan batu pertama pembangunan rumah Tongkonan, salah satu rumah adat dari tanah Toraja.

Rumah Tongkonan yang berasal dari tanah Toraja, merupakan rumah adat pertama kali yang hadir di taman budaya milik pemkot Manado tersebut.

- Resmikan Kampung RA Dan Pemberdayaan Wakaf Produktif di Pekalongan, Sahli ATR/BPN Harapkan Kesejahteraan Masyarakat Terwujud
- Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Kolaborasi PLN UID Suluttenggo dan Pemprov Sulut Bersihkan Kawasan Malalayang Beach Walk
- Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026: PLN UP3 Kotamobagu Perkuat Budaya Clean Energy Day Lewat Gerakan 1 Hari Tanpa BBM
Pembangunan rumah yang diprakasai oleh Kerukunan Keluarga Torajo (KKT) kota Manado tersebut, terletak di kelurahan Buha, Kecamatan Mapanget atau tepatnya berada di ruas jalan menuju ke perumahan GPI Manado.

Walikota GSVL dalam sambutannya dihadapan keluarga besar KKT di Manado mengatakan, peletakan batu pertama pembangunan rumah Tongkonan ini merupakan tanda bahwa akan dimulainnya pembangunan taman budaya dari berbagai suku di kota Manado di areal lahan sebesar 9 ha tersebut, yang notabene merupakan milik pemkot Manado.
“Saya berharap taman budaya ini akan menjadi media untuk menjaga, melestarikan serta menumbuh-kembangkan budaya sebagai perekat kerukunan di kota Manado,” kata Walikota GSVL.

Dalam ucapan terima kasih, pengurus cabang KKT Manado Pdt. Honny S Sirapanji mengatakan, pihaknya menyampaikan rasa terima kasih kepada Walikota Manado DR. GS Vicky Lumentut, SH, M.Si, DEA yang sudah memfasilitasi tersedianya sarana untuk pembangunan rumah Tongkonan asal tanah Toraja di kota Manado.
“Semoga pak Walikota bersama keluarga dan jajaran pemkot Manado akan diberkati,” pesan Pendeta Honny. (Lipsus)








