Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Wakil Kepala BKKBN Tinjau Langsung Upaya Penurunan Stunting di Manado, Dorong Sinergi Daerah dalam Program Bangga Kencana

Manado-Dalam rangka mempercepat penurunan angka stunting secara nasional, Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Wakil Kepala BKKBN, Ibu Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka, S.Sos, bersama jajaran BKKBN Pusat melakukan kunjungan kerja ke Kelurahan Sindulang Satu, Kecamatan Tuminting, Kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara, pada Rabu (12/06/2025).

Kunjungan ini turut dihadiri dan didampingi oleh Wakil Gubernur Provinsi Sulawesi Utara, Dr. J. Victor Mailangkay, SH, MH, bersama Wakil Wali Kota Manado, dr. Richard Sualang dan turut serta mendampingi dalam kegiatan ini Kepala Perwakilan Kemendukbangga BKKBN Provinsi Sulawesi Utara, dr. Jeanny Yola Winokan, MAP.

Kunjungan ini merupakan bentuk nyata sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam mendukung pelaksanaan program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) dan percepatan penurunan stunting di daerah.Kunjungan ini merupakan bagian dari program prioritas nasional dalam rangka percepatan penurunan stunting melalui kegiatan Gerakan Orang Tua Asuh Cegah (GENTING).

Pada kesempatan tersebut, Ibu Wamen menyerahkan bantuan nutrisi kepada beberapa keluarga risiko stunting (KRS) yang tinggal di wilayah padat penduduk dan berisiko tinggi terhadap permasalahan gizi anak.

Profil Keluarga yang Dikunjungi
1. Keluarga Harun Usman dan Nurmila Kadir (40 tahun)
Memiliki 6 anak, di antaranya:
o Nursamsia Usman (usia 34 bulan, berat badan 13 kg)
o Erman Usman (usia 50 bulan)
2. Keluarga Alvis Makarilang dan Refi Syukur (22 tahun)
Memiliki 1 anak:
o Alfatih Makarilang (usia 17 bulan, tinggi badan 78 cm, berat badan 8 kg)
3. Keluarga Arfan Lagautu dan Nur Fani Kadir (36 tahun)
Memiliki 5 anak, di antaranya:
o Arham Dzulfani Lagautu (usia 6 bulan, TB 66 cm, BB 7 kg)
o Adzkia Ramadhani Lagautu (usia 57 bulan)

Dari total 12 anak dari ketiga keluarga tersebut , terdapat 5 anak berada dalam kondisi berisiko tinggi terhadap stunting. Rumah yang ditempati merupakan milik orang tua, dengan atap seng, lantai semen kasar, dan dinding beton. Fasilitas sanitasi tidak memadai, dengan jamban leher angsa yang memiliki septic tank penuh dan tidak berfungsi, sehingga aktivitas buang air besar dilakukan dengan menumpang ke rumah tetangga. Keluarga menggunakan metode KB suntik, dan akses air minum berasal dari air isi ulang. Lokasi rumah berjarak sekitar 1 km dari balai penyuluhan.

Sebagai bentuk intervensi dari Program GENTING, keluarga-keluarga ini menerima bantuan nutrisi berupa:
• Makanan matang bergizi
• Protein hewani (telur)
• Susu formula anak
• Beras

Dalam sambutannya, Ibu Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka,S.Sos menyampaikan bahwa pemerintah terus berupaya hadir langsung ke masyarakat yang paling terdampak untuk memastikan bahwa program intervensi gizi berjalan efektif dan tepat sasaran.

“Intervensi yang langsung menyasar keluarga risiko stunting sangat penting untuk mencegah dampak jangka panjang terhadap tumbuh kembang anak. Perlu dukungan lintas sektor dan kolaborasi aktif semua pihak agar kita dapat mencapai target penurunan stunting nasional,” ungkap beliau.

Kunjungan ini merupakan langkah konkret dalam menjawab tantangan stunting di lapangan, sekaligus memastikan bahwa kebijakan dan program yang dirancang benar-benar menyentuh keluarga yang membutuhkan. (*J.Mo)

Loading