Wagub Sepakat Penggunaan Transportasi Udara Antisipasi Desa Terpencil Penyelenggara PSU

MORUT – Pemungutan Suara Ulang (PSU) Calon Bupati dan Wakil Bupati Morowali Utara tahun 2020 khususnya di Desa Menyoe menjadi perhatian serius dalam Rapat Koordinasi antara KPU Provinsi Sulteng, KPU Kota Morowali Utara dan stakeholder terkait bertempat di Kantor KPU Kabupaten Morowali Utara, Jumat (16/04/2021).

Selain PSU di Desa Menyoe dan Peboa juga akan dilakukan pemungutan suara di TPS khusus PT Ana yang akan berlangsung, Senin (19/04/2021) mendatang.

Ketua KPU Morowali Utara, Yusri Ibrahim menegaskan, sosialisasi yang dilaksanakan dalam rangka persiapan PSU. Untuk itu pihaknya senantiasa menjalin koordinasi serta melakukan supervisi dengan KPU Provinsi Sulawesi Tengah dan stakeholder terkait agar hasilnya dapat diterima semua pihak.

“Kami mengharapkan dukungan dan partisipasi semua pihak agar pelaksanakan PSU pada tanggal 19 April 2021 dapat berjalan lancar,” Ujar Yusril.

Menurut Yusri, akses jalan menuju Desa Menyoe masih susah ditaklukkan, khususnya sungai bongka, dirinya mengusulkan agar menempuh lewati jalur udara atau helikopter.

Anggota Komisi 2 DPR RI H. Anwar Hafid memberikan perhatian serius kepada hal tersebut. Apalagi dirinya merupakan salah satu anggota panja evaluasi Pilkada 2020, bahkan telah mengunjungi 5 provinsi di Indonesia dalam rangka mengevaluasi daerah yang bersengketa.

H. Anwar Hafid memberikan apresiasi kepada KPU Morowali Utara yang sudah berjalan dengan baik meskipun masih ada kekurangan.

Untuk itu dirinya berharap kepada semua pihak agar mendukung pelaksanaan PSU yang akan dihelat.

Lebih lanjut dikatakannya, persoalan distribusi logistik kepada daerah terpencil akan menjadi bahan penting dalam pembahasan di DPR RI.

Sementara itu, Wakil Gubernur Dr. H. Rusli Dg Palabbi SH, MH berharap pelaksanaan PSU dapat berjalan lancar, aman dan tertib. Adapun kendala pada daerah terpencil dan sulit diakses, Wakil Gubernur sependapat untuk menempuhnya melalui jalur udara dengan menggunakan helikopter.

Untuk itu Wakil Gubernur memberikan saran agar mengkomunikasikan kepada PT IMIP, Poso energi atau Kapolda.

“Marilah kita bersama- sama mensukseskan PSU yang aman dan damai, jadilah ASN yang netral untuk memberikan kepuasan kepada kedua belah pihak,” sebut Wakil Gubernur.

PJ Bupati Morowali Utara Dr. Yopie Morya Immanuel Patiro SH MH mengaku telah membuat surat kepada PT ANA untuk meliburkan karyawannya saat pelaksanaan PSU.

Dirinya juga menyatakan setuju menempuh Desa terpencil Menyoe lewat transportasi udara dengan harapan cuaca mendukung. (Johnny)

Related posts