Sulut – Wakil Gubernur Sulut Steven Kandouw bersama Para Pemangku kepentingan Kawasan Ekonomi Khusus di Sulut membahas progres KEK saat ini. Pembahasan bertajuk Sidang Dewan KEK , bertempat di Hotel Peninsula, Kota Manado, Rabu (15/12/2021).
Sulut memiliki dua KEK yakni KEK Bitung dan KEK Pariwisata Likupang.
Hadir dalam Sidang Dewan KEK, Wakil Gubernur Sulut Steven Kandouw, dari Pemkot Bitung, Pemkab Minut, PT MSH, dan instansi perangkat daerah terkait KEK.
Wagub Kandouw menerangkan KEK ini terkait dengan pertumbuhan ekonomi. Pertumbuhan Ekonomi dipengaruhi eskpor, Belanja pemerintah dan invetasi.
- Menteri Nusron Ingin Target PTSL 2027 Ditambah, Perluas Kepastian Hukum Bagi Masyarakat
- Bahas Rencana Kerja TA 2027 Dengan Komisi II DPR RI, Menteri Nusron Usulkan Pagu Anggaran Rp.10 Triliun
- Laporkan Progres Dukungan KSPEAN Papua Selatan, Wamen Ossy Tegaskan Landasan Kuat Agenda Pembangunan Nasional
“Ketiga ini semua terkait di KEK,” tegas Wagub Kandouw.
Wagub Kandouw menegaskan tahun 2022 kedua KEK ini sudah harus beroperasi. Sudah cukup banyak tenaga, daya, waktu dan dana demi mewujudkan KEK, baik KEK Bitung maupun KEK Likupang.
“Tahun depan optimistis harus bisa jalan,” kata Wagub Kandouw.
Demi menuntaskan target itu,Wagub Kandouw meminta semua pemangku kepentingan berinisiatif.
Menurutnya harus ada tonjolkan ‘I catching-nya’ KEK ini agar bisa dilihat Pemerintah pusat dan investor.
“Jadi mari berpikir output dan outcome,” Ujar Wagub Kandouw.
Menurutnya KEK ini sudah diberikan kemudahan, regulasi, hingga anggaran tinggal inisiatif saja untuk menuntaskan semua target.
Pada kegiatan itu Kepala Bappeda Jenny Karouw mengatakan semua capaian dan kekurangan yang belum dipenuhi untuk mewujudkan KEK ini. Terutama soal infrastruktur penunjang kawasan ini.
Khusus di KEK Bitung sebenarnya sudah investor yang menanamkan investasi yakni PT Futai yang mengelola daur ulang plastik dan kertas.(*/JM)








