Morut -Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Morowali Utara (Morut), mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) secara Nasional, terkait pengendalian inflasi yang di gelar secara zoom meeting dipimpin langsung Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian, Selasa (04/02/2025).
Wakil Bupati (Wabup) Morut, H Djira K SPd MPd, memimpin TPID Morut dalam mengikuti rakor tersebut, didampingi pejabat dari Polres, Kejaksaan Negeri, serta pejabat terkait di lingkup Pemda Morut.
Rakor itu juga dirangkaikan dengan penandatanganan nota kesepahaman tentang Kerjasama Dalam Pengawasan Perizinan Daerah yang digagas oleh Kemendagri.
Mendagri, Tito Karnavian, menjelaskan, rakor tersebut bertujuan untuk memperkuat sinergisitas antara pemerintah pusat dan daerah dalam menekan laju inflasi, serta memastikan kebijakan pengendalian harga berjalan efektif di seluruh wilayah Indonesia.
- Melangkah Sehat, Bergerak Hijau: PLN UP3 Luwuk Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 dengan Aksi Bersih Lingkungan
- Gelorakan Semangat Pancasila, PLN dan Pemprov Sulteng Kejar Target 100% Desa Berlistrik di 2029
- Pansus RTRW Menggelar Rapat Penyempurnaan Hasil Evaluasi Kemendagri Terhadap Ranperda RTRW Tahun 2025-2044
Selain itu kata dia, optimalisasi pengawasan perizinan juga menjadi fokus dalam upaya memperbaiki tata kelola pemerintahan yang baik.
Kata Mendagri, pengendalian inflasi merupakan salah satu prioritas utama pemerintah dalam menjaga daya beli masyarakat dan pertumbuhan ekonomi secara Nasional. Oleh karena itu, sinergisitas antara pemerintah pusat, daerah, dan seluruh pemangku kepentingan perlu terus diperkuat.
Sementara itu, Plt. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Amalia Adininggar Widyasanti, memaparkan bahwa secara year on year Januari 2024-Januari 2025, maka terjadi inflasi pada Januari 2025 sebesar 0,76 persen, namun secara bulan ke bulan (Desember 2024-Januari 2025, terjadi deflasi pada Januari 2025 0,76 persen.
Wabup Djira, mengatakan, TPID Morut terus memantau perkembangan harga-harga bahan pokok di masyarakat, apalagi dalam sebulan ke depan, kita akan memasuki bulan Ramadhan. Karena meningkatnya kebutuhan masyarakat selama bulan puasa dan Idul Fitri. Maka biasanya, stok dan harga kebutuhan masyarakat akan mengalami kontraksi.
” Kita akan pantau hal ini dan akan mengendalikannya, guna menjaga stabilitas perekonomian dan pemenuhan kebutuhan masyarakat,” ungkap mantan Kadisdikbud Morut itu.(RoMa/Ryo/NAL)






