Tondano – Pasukan Pengibar Bendara (Paskibra) 17 Agustus 2019 dalam rangka HUT RI Ke – 74 di Pemerintah Kabupaten Minahasa, sudah 3 (tiga) bulan berjalan dengan tahapan pelatihan dan kesiapan yang matang.
Hal itu di katakan Kepala Dinas Pemuda dan Olah Raga Minahasa DR. Vicky C. H. S. Tanor, S.Pi, M.Si, selaku panitia penanggungjawab Pasukan Pengibar Bendara (Paskibra), Rabu (07/08/2019).
Dijelaskan Paskibra tersebut terdiri 30 orang saat ini tengah dilatih baik mental, disiplin serta fisik oleh para pelatih dan tiap hari usai melaksanakan latihan ada pemeriksaan kesehatan.
“Ke 30 anggota Paskibra yang terdiri dari siswa-siswi SMA merupakan hasil seleksi ketat dan kini sementara tengah berlatih serta di gembleng oleh para pelatih di lapangan Manguni Sasaran tempat upacara HUT RI ke – 74, kesiapan mental serta fisik menjadi faktor utama yang menjadi perhatian , ” Ucap Tanor.
- Desa Ciparungsari Gelar FGD Penetapan Status Indeks Desa Tahun 2026 untuk Dorong Pembangunan Berkelanjutan
- Sekwan Niklas Silangen Menghadiri Pencanangan Peringatan HUT RI Ke-81 Dan HUT Provinsi Ke-62 : Bersama Gubernur Fun Game Mini Soccer Melawan Tim Kodam XIII Merdeka
- Jelang Hari Kemerdekaan ke-81 RI, PLN UP3 Tahuna Gelar Apel dan Inspeksi Peralatan Guna Pastikan Keandalan Listrik Kepulauan Nusa Utara
Lebih lanjut Tanor, nantinya ke-30 anggota Paskibra ini akan masuk ke Karantina pada tanggal 11 – 17 Agustus 2019 di tempat yang telah di tentukan.
“ Untuk memantapkan latihan para anggota Paskibra ini akan memasuki tempat Karantina mulai tanggal 11 – 17 Agustus. Di masa Karantina para anggota Paskibra akan banyak menerima latihan serta pembekalan dari pelatih baik soal wawasan kebangsaan maupun lainnya dengan tujuan agar tugas utama selaku pengibar bendera pada 17 Agustus dapat berjalan dengan baik dan lancar,” terang Tanor.
“Masa Karantina hendaknya harus di manfaatkan dengan baik. Fokus dan konsentrasi pada tugas dan tanggung-jawab yang di emban menjadi bagian dari masa Karantina, dengan terpisah dari orang tua dan situasi atau keadaan yang biasanya dialami. ” tutup Tanor. (Ronny Rantung ).






