Tinjau Lokasi Banjir Bandang,Bupati JS : BPJN Sulut Tidak Perhatikan Infrastruktur Mitra

Mitra – Bupati Minahasa Tenggara James Sumendap terlihat marah-marah saat meninjau lokasi banjir bandang di Jembatan Abuang Kelurahan Nataan Kecamatan Ratahan. Selasa, (21/09/2021).

Menurut Bupati JS, Kementrian PUPR melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sulut tidak pernah memperhatikan pembangunan infrastruktur di Minahasa Tenggara. Pasalnya, meski sudah berulangkali Bupati JS meminta agar dilakukan pelebaran jembatan didaerah tersebut, tapi hingga kini tidak pernah direspon oleh pihak terkait.

“Penyebab terjadinya banjir akibat ada penebangan-penebangan pohon dibagian atas dan penyebabnya juga karena jembatan ini sudah tidak layak, saya sudah berapa kali usulkan ke balai, ke pak Menteri, tidak ada jalan nasional, jembatan nasional itu yang hanya tiga meter, itu bagaimana kerjaannya balai?”, ujar Bupati JS seraya menunjuk jembatan Abuang.

Selain itu Bupati JS juga menjelaskan, penyebab banjir bandang hingga adanya korban ditempat itu karena jembatan yang kecil sehingga tidak mampu menampung volume air dan belum pernah diperbaiki sejak tahun 1960.

“Pak Menteri bikin dong jalannya agar tidak ada orang yang hanyut, penyebab banjir bandang inikan akibat ketidakmampuan volume air untuk masuk ke jembatan kecil ini, jembatan ini jembatan tahun 60’an”, jelasnya.

Disamping jembatan yang terbilang tua, Bupati JS juga meminta Kementerian PUPR untuk menyelesaikan infrasruktur di Minahasa Tenggara, karena Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sulut tidak pernah memperbaiki jalan yang ada, bahkan selama ini untuk pelebaran jalan pihak Pemda Mitra yang buat.

“Balai Jalan tidak pernah hadir di Minahasa Tenggara, pelebaran jalan kami yang buat, bukan Balai, Pemda, jadi tolong pak Menteri, sebagai Bupati Minahasa Tenggara saya mau menyampaikan supaya ini diselesaikan, pelebaran jalan Pemda yang selesaikan, tidak ada jalan nasional yang jembatannya cuma lebar 3 meter, ini cuma ada di Minahasa Tenggara”, ujar Bupati JS.

Sementara, Kepala BPJN Sulut Erik Aldrin ketika dikonfirmasi tidak membantah terkait keluhan Bupati Mitra tersebut.

“Untuk dua tahun terakhir ini kita masuk di pemeliharaan, sementara dengan kondisi pandemi ini kemampuan fiskal dari  APBN kita sangat terbatas, tapi dengan kejadian seperti ini kami akan coba evaluasi apakah memang bisa ditangani, bisa di prioritaskan pembangunan jembatan ini”, kata Erik. (T3)

Related posts