Tahuna-Bupati Kabupaten Kepulauan Sangihe, Michael Thungari lakukan kunjungan kerja ke Kementerian Perhubungan Republik Indonesia dan bertemu langsung dengan Direktur Lalu Lintas Laut pada Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Mudi Mantoro.
Dalam kunjungan tersebut Bupati Thungari menyampaikan sejumlah persoalan distribusi logistik ke wilayah perbatasan Kepulauan Sangihe dimana kapal Logistik Nusantara (Lognus) 2 yang saat ini melayani rute Kepulauan Sangihe telah mengalami kelebihan kapasitas.
Menurut Bupati dalam setiap pelayaran terdapat sekitar 30 hingga 35 kontainer yang tidak dapat dimuat atau tidak tervalidasi dalam manifes kapal akibat keterbatasan daya angkut. kondisi ini terjadi seiring meningkatnya arus barang masuk dan keluar dari wilayah Kepulauan Sangihe dan juga Peningkatan aktivitas perdagangan dan distribusi logistik dinilai tidak lagi sebanding dengan kapasitas angkut kapal yang tersedia.
Untuk itu Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe mengusulkan agar kapal Lognus 5 dapat dialihkan untuk melayani rute Sangihe dimana sebelumnya
Kapal tersebut melayani rute Tarakan–Nunukan dengan volume muatan yang relatif lebih sedikit, sehingga dinilai lebih optimal jika dialihkan ke wilayah Sangihe yang tengah mengalami lonjakan kebutuhan distribusi.
Selain permintaan pengalihan kapal, Bupati juga meminta penyediaan kontainer berukuran 40 feet guna mendukung ekspor kayu kelapa yang memiliki panjang minimal enam meter sehingga memerlukan kontainer berukuran lebih besar.
Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe juga turut mengusulkan pengadaan kontainer baru dikarenakan kontainer yang saat ini tersedia dinilai sudah tidak layak pakai dan berisiko menyebabkan kerusakan barang, khususnya bahan kebutuhan pokok.
Menanggapi berbagai usulan tersebut, pihak Kementerian Perhubungan menyatakan akan melakukan kajian lebih lanjut. Terkait pengalihan Lognus 5, disampaikan bahwa kapal tersebut saat ini telah terikat kontrak, sementara pengoperasian tol laut diatur sesuai regulasi yang berlaku, termasuk ketentuan ukuran kontainer yang masih terbatas.
Menurut kementrian perubahan rute maupun spesifikasi layanan memerlukan penyesuaian regulasi terlebih dahulu dan usulan pengadaan kontainer baru akan menjadi bahan masukan dalam rangka peningkatan layanan dan penyediaan sarana angkutan laut ke depan.
Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe berharap dukungan penuh pemerintah pusat guna memperlancar arus logistik, menjaga stabilitas harga, serta mendorong peningkatan ekspor komoditas unggulan kabupaten kepulauan Sangihe. (*)














