Tim Gugus Tugas Covid-19,Bagikan Makanan Siap Saji dan APD Bagi Warga Terdampak Pandemi

Minsel – Tim Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Minahasa Selatan di pimpin Kepala BPBD Minsel Rudy Tumiwa ST MM,menyalurkan makanan dan APD bagi masyarakat yang terdampak covid-19,bertempat di desa Bajo Kecamatan Tatapan, Jumat (15/05/2020).

“Untuk membantu masyarakat dalam menghadapi pandemi, pemerintah kabupaten Minahasa Selatan lewat BPBD melakukan kegiatan Dapur Umum yang dilaksanakan oleh Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan  Covid 19, dan ini akan terus di laksanakan di tempat-tempat yang lain di wilayah Minsel,” Ujar Rudy Tumiwa mewakili Bupati Minsel Dr Christiany Eugenia Paruntu SE, selaku ketua Tim Gugus Tugas Covid-19.

Dikatakan Tumiwa, Dapur Umum tersebut bertujuan untuk menangani warga masyarakat yang terdampak Covid-19, dengan makanan siap saji.

“Pembagian makanan siap saji ini di lakukan bersama dengan buka puasa karena mayoritas yang di desa tersebut adalah yang beragam muslim dan juga ada beberapa desa yang ikut dalam pembagian makanan gratis oleh pemerintah yaitu desa Bajo, Tulap dan Arakan. Dan pada saat pembagian makanan di rangkaikan dengan pemberian APD ke beberapa desa yang ada di kecamatan Tumpaan. Juga penyaluran ini di dampingi   oleh TNI dan Polri,” Ucap Tumiwa.

Dalam kegiatan tersebut, Kaban BPBD Rudi Tumiwa ST,MM, menyampaikan ini merupakan program dari pemerintah di adakannya Dapur Umum yang dilaksanakan oleh Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona virus Covid 19 Kabupaten Minsel.

“Ini merupakan bagian dari program pemerintah untuk membantu meringankan beban masyarakat yang terkena dampak dari Covid -19.” ujar Tumiwa seraya menambahkan sesuai arahan Bupati Minsel masyarakat dimintakan tetap menjaga kesehatan dan menerapkan social distancing (menjaga jarak).

“Sesuai arahan dan himbauan ibu Bupati,untuk masyarakat tetap menjaga imunitas tubuh dan selalu rajin cuci tangan dan tetap memakai masker saat beraktifitas, dan berharap tidak keluar daerah jika tidak ada urusan terlalu penting. Dan untuk pemerintah desa tetap memperketat pos penjagaan dengan menerapkan sistim protkoler Kesehatan. (QQ)

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *