Camat Dumoga Esly Everhart Manabung, SH
Dumoga – Permasalahan sengketa tanah di sekitar lahan pekuburuan umum di Desa Dumoga Satu akhirnya menemui kesepakatan. Padahal sengketa tanah ini sudah memakan waktu sekitar 20 tahun.
Oleh karena itu, masyarakat Desa Dumoga Satu sangat mengapresiasi mediasi yang di fasilitasi oleh pihak pemerintah Desa dan Kecamatan, sehingga tanah yang di permasalahkan tersebut dapat di selesaikan dengan jalan musyawarah.
Kepala Desa Dumoga Satu Seldrin Apanga, saat di konfirmasi mengenai hal itu melalu via tlp membenarkan hasil mediasi dan menemui kesepakatan bersama.
“Permasalahan ini sudah banyak menyita waktu, tapi puji syukur semuanya bisa menemukan kata sepakat, di mana dari salah satu pihak bersedia menghibahkan tanah tersebut seluas 5 meter x 70 meter, dari luas tanah kurang lebih 1 ha, untuk di gunakan sebagai lahan pekuburan umum,” Jelas Kades.
- Hadirkan Semangat Baru Bagi Warga Terdampak Banjir, PLN UP3 Gorontalo Salurkan 535 Paket Sembako di Lima Desa di Gorontalo Utara
- Semangat Hari Lahir Pancasila, PLN UP3 Kotamobagu Salurkan 150 Paket Sembako untuk Masyarakat Miskin Ekstrem di Bolaang Mongondow Utara
- Gubernur Yulius Ajak Warga Jaga Kelestarian Lingkungan Demi Masa Depan Generasi Mendatang
Sementara itu, Camat Dumoga Esly Everhart Manabung, SH,memberikan apresiasi kepada ke dua bela pihak, yang sudah bersepakat untuk memberikan luas tanah itu untuk di satukan dengan lahan pekuburan umum.
“Dalam mencari solusi yang terbaik kesemuanya itu menjadi pengalaman, bermasyarakat yang baik dan selalu menjunjung tinggi nilai-nilai persaudaraan,dan saya memberikan apresiasi kepada warga terutama kepada kedua belah pihak,” Pungkas Camat. (Onal Ponamon)








