Minsel – Mencuat adanya ketidak beresan proyek Upland untuk kelompok tani “Bersinar” dimana Jeisy Karisoh, istri dari StafSus Dani W adalah ketua kelompok yang dimaksud.
Dani menjelaskan bahwa adanya saling iri dan saling menjatuhkan antara kelompok dan anggotanya di karenakan ada sejumlah kelompok yang tidak lolos dalam penyaringan di Kementerian untuk mendapatkan proyek Upland, akibat adanya data ganda, (Satu KTP masuk dalam dua sampai tiga kelompok).
Hal tersebut membuat StafSus Dani W angkat bicara, menurutnya semua proyek Upland “TIDAK BERES” karena ada proyek perintisan yang dasarnya tanah, saat di hampar material pasir dan batu dengan ketebalan 30 Cm akan menyusut sampai 15 sampai 20 cm. “Belum juga adanya Plat deuker 2 sampai 3 dalam satu proyek otomatis timbul pengurangan volume dan anggaran.” Ucapnya.
Disisi lain Dani juga menjelaskan kepada wartawan media ini Minggu (12/02/2023), bahwa proyek Upland yang dikerjakan kelompok yang dipimpin istrinya adalah yang paling baik “Karena semua melibihi dari RAB yang ada, semisal dari volume panjang 500 meter menjadi 649 meter, ketebalan dari 15/20 cm menjadi 35/40 cm juga ada pemasangan batu miring, pembayaran tenaga HOK dari RAB Rp.125.000, dibayarkan Rp.200.000.-/ tenaga HOK.” Jelas Dani.
- Bupati FDW Apresiasi Jajaran Polres Minsel Dalam Lakukan Pembinaan Melalui Program Polisi Cilik dan Patroli Keamanan Sekolah
- RSUD Kolonodale Jalani Kredensial BPJS, Layanan CT Scan Segera Hadir di Morut
- PLN Goes To You: Semarakkan Hari Pelanggan Nasional 2026, PLN UP3 Gorontalo Hadir Menyapa Pelanggan
Kendati awalnya StafSus Dani menjelaskan apa yang kerjakan oleh kelompok ‘Bersinar’ pimpinan Istrinya sudah sesuai mekanisme dan RAB yang ada.
Pemantauan wartawan media ini pada beberapa waktu yang lalu terlihat, ada alat berat jenis Stomwalls yang melakukan pemadatan hanya sekali jalan, itupun tidak secara keseluruhan dan diduga hanya untuk pengambilan dokumen. (Onal Mamoto)





