Minut-RSUD Walanda Maramis kini tampil dengan wajah baru yang lebih ramah, nyaman, dan modern. Di balik perubahan ini, ada gebrakan kreatif sang Direktur, dr Alain Vincent Beyah, lewat program bertajuk ‘Siram Mawar’ atau Strategi Inovasi Rawat Inap Membangun Maria Walanda Maramis.
Program ini tidak sekadar mempercantik fasilitas, tetapi juga merombak total pendekatan pelayanan.
Ruang rawat inap diperbarui mengikuti standar Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) yang akan segera diberlakukan BPJS Kesehatan, menghapus sistem kelas lama dan menghadirkan kesetaraan fasilitas bagi seluruh pasien.
“Semua pasien mendapat ruang dengan fasilitas setara mulai dari pendingin ruangan, kamar mandi, televisi, hingga infrastruktur penunjang lainnya. Dalam satu ruangan ada enam pasien, tanpa pembedaan kelas,” jelas dr Alain, Senin (11/8/2025).
- Perkuat Kebersamaan Dimomen HUT RI Ke 81, Polres Bitung Gelar Olahraga Bersama Bhayangkari
- Mendengarkan Pidato Presiden Dalam Rangka HUT RI Ke 71, DPRD Bitung 2 Kali Gelar Paripurna Dalam Sehari
- Jalin Kerja Sama Dengan RSUD Bitung, Yayasan Rumah Lukaku Indonesia Lakukan Pemeriksaan Mata Dan Kitanan Gratis
Tak hanya fisik, sumber daya manusia juga dibenahi. Tenaga kesehatan dilatih khusus agar mampu memberikan pelayanan yang ramah, responsif, dan sigap menangani keluhan pasien.
“Kami menjual jasa, jadi kenyamanan pasien adalah prioritas utama,” tegasnya.
Sejak ‘Siram Mawar’ berjalan, jumlah kunjungan pasien meningkat signifikan.
Manajemen rumah sakit pun terus memaksimalkan pembenahan di semua sektor dengan memanfaatkan alokasi anggaran yang ada, sambil mengajukan dukungan tambahan pada APBD 2026.
“Pelan-pelan kami penuhi, dengan komitmen bersama. Harapannya, pengusulan anggaran bisa terakomodir agar pembenahan bisa berlanjut,” pungkas dr Alain. (T3)








