Morut,-Perhatian Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Morowali Utara (Morut) terhadap kesejahteraan petani, sangat mendapatkan perhatian prioritas sejak Delis-Djira memimpin daerah penghasil nickel ini pada 30 April 2021.
“Mata pencaharian penduduk Morut sebagian besar adalah pertanian, jadi kalau petani sejahtera, maka Morut pasti sejahtera,” ujar Plt Kadis Pertanian Morut, Jasrion Ampugo kepada media ini, baru – baru ini.
Salah satu bentuk kepedulian Pemda Morut terhadap kesejahteraan petani, adalah dengan membangun Jalan Usaha Tani (JUT) menuju pusat-pusat pertanian, untuk memperlancar pengerahan sarana produksi ke lokasi budidaya, dalam meningkatkan produktivitas dan mempermudah akses ke pasar, untuk menjual hasil-hasil produksi dengan harga yang memadai.
“Sejak 2021 hingga 2023 ini, sudah terbangun sebanyak 178 unit JUT yang tersebar di seluruh kecamatan di Morut,” ujar Jasrion sapaan akrabnya.
- Melangkah Sehat, Bergerak Hijau: PLN UP3 Luwuk Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 dengan Aksi Bersih Lingkungan
- Gelorakan Semangat Pancasila, PLN dan Pemprov Sulteng Kejar Target 100% Desa Berlistrik di 2029
- Pansus RTRW Menggelar Rapat Penyempurnaan Hasil Evaluasi Kemendagri Terhadap Ranperda RTRW Tahun 2025-2044
Tidak hanya JUT yang dibangun, Pemda Morut juga memberikan bantuan alat-alat dan mesin-mesin pertanian, alat pasca panen, serta sarana produksi lainnya, seperti benih, pupuk dan obat-obatan. Pendampingan dalam aspek produksi dan pasca panen dan menyertakan petani di dalam program perlindungan sosial BPJS Ketenaga kerjaan terus dimaksimalkan hingga saat ini.
Terpisah, salah seorang petani dari Desa Korobonde, Moh Sodiq, mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang sebesar-besarnya kepada Bupati Delis dan Wabup Djira yang telah membangun JUT ke lokasi pertanian mereka di Paangkole pada 2023 lalu.
Sebelumnya, kata Sodiq, mereka susah sekali untuk bertani, karena semua sarana produksi harus di angkut dengan menggunakan sepeda motor menuju lokasi persawahan, dengan menyeberangi sungai Tambalako. Jika Tambalako banjir, maka semua harus dipikul dan diseberangkan menggunakan sampan.
Demikian pula kalau panen, pihaknya tidak bisa menggunakan odong-odong, sebab tidak ada jalan masuk ke lokasi persawahan.
“Dengan terbukanya JUT dari jalan poros Beteleme-Poona ke Paangkole, kini semua mudah untuk digerakkan,” kata Sodiq.
Morut di bawah kepemimpinan Dr dr Delis Julkarson Hehi MARS dan H Djira K SPd MPd, sebagai Bupati dan Wabup membangun daerah ini, dengan visi dan misi mewujudkan masyarakat Morut, yang Sehat, Cerdas dan Sejahtera (SCS). (MCDD/NAL)






