Tahuna – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe, merespon peringatan dini yang dikeluarkan oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dari stasiun Meteorologi maritim Bitung.
Dalam peringatan dini tersebut dikatakan waspadai banjir pesisir atau (rop) akibat fase bulan purnama terhitung dari hari ini 17 sampai 20 Januari 2022, terjadi pasang air laut maksimum yang lebih siknifikan terjadi di wilayah pesisir Utara dan Timur Sangihe.
Juga dalam peringatan itu agar masyarakat waspada terhadap gelombang tinggi akibat fenomena alam tersebut.
Menyikapi hal itu, pemerintah melalui sekretaris daerah Herry Wolf mengatakan, agar masyarakat tidak mengabaikan setiap informasi yang di keluarkan oleh BMKG bila perlu mengudate informasi setiap saat agar mengetahui perkembangan cuaca di wilayah kepulauan Sangihe.
- Perkuat Kebersamaan Dimomen HUT RI Ke 81, Polres Bitung Gelar Olahraga Bersama Bhayangkari
- Mendengarkan Pidato Presiden Dalam Rangka HUT RI Ke 71, DPRD Bitung 2 Kali Gelar Paripurna Dalam Sehari
- Jalin Kerja Sama Dengan RSUD Bitung, Yayasan Rumah Lukaku Indonesia Lakukan Pemeriksaan Mata Dan Kitanan Gratis
“Pemerintah tentu mendorong masyarakat agar tetap waspada bila perlu harus update informasi terbaru terkait perubahan cuaca” kata Wolf.
Menurutnya, wilayah kepulauan Sangihe memang cuacanya sewaktu-waktu berubah jadi perlu informasi dini agar masyarakat khususnya para nelayan dapat mengakses dan mengetahui perkembangan cuaca sehingga terhindar dari musibah.
Selain itu kata Wolf, banjir rop sering terjadi di wilayah kepulauan Sangihe dan fenomena ini menjadi hal biasa air bisa naik sampai menggenangi jalan termasuk area pasar Towoe. “Ini sering terjadi di Sangihe akan tetapi kita tetap waspada” kunci Wolf. (*/YL)








