Gorontalo-Komisi III DPRD Provinsi Gorontalo menggelar kunjungan lapangan ke Kantor Camat Tibawa pada Selasa (3/6/2025).
Tujuan utama kunjungan ini adalah untuk mencarikan solusi atas persoalan rumah milik seorang warga bernama Udin yang terkena dampak langsung pembangunan Jembatan Topolo di Desa Datahu, Kecamatan Tibawa, Kabupaten Gorontalo.
Rombongan Komisi III disambut langsung oleh Camat Tibawa dan Kepala Desa Datahu. Dalam pertemuan tersebut, dibahas sejumlah opsi relokasi sebagai langkah tindak lanjut atas dampak dari proyek pembangunan tersebut.
Ketua Komisi III, Espin Tulie, menyampaikan bahwa pertemuan tersebut membuahkan beberapa pilihan lokasi relokasi yang potensial.
- Melangkah Sehat, Bergerak Hijau: PLN UP3 Luwuk Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 dengan Aksi Bersih Lingkungan
- Gelorakan Semangat Pancasila, PLN dan Pemprov Sulteng Kejar Target 100% Desa Berlistrik di 2029
- Pansus RTRW Menggelar Rapat Penyempurnaan Hasil Evaluasi Kemendagri Terhadap Ranperda RTRW Tahun 2025-2044
“Alhamdulillah, dari pertemuan tadi sudah ada solusi. Solusi pertama adalah tanah milik keluarga Udin yang berada di wilayah Ambarawa, dan itu sudah dibuktikan dengan kepemilikan sertifikat tanah,” ujar Espin kepada wartawan usai pertemuan.
Espin juga menambahkan kemungkinan adanya opsi kedua jika lahan di Ambarawa terkendala secara administratif.
“Alternatif kedua yaitu tanah bengko yang ditawarkan oleh kepala desa. Lokasi ini bisa digunakan jika tanah di Ambarawa ternyata tidak bersertifikat. Tapi, tentu hal ini masih akan dimusyawarahkan lebih lanjut dengan BPD dan masyarakat Desa Datahu,” jelasnya.
Selain dua pilihan tersebut, Espin membeberkan ada opsi ketiga, yaitu lahan yang masuk dalam kawasan Hak Guna Usaha (HGU), namun penggunaannya perlu melalui izin resmi dari pemerintah daerah.
Di luar pembahasan relokasi, Komisi III juga turut memberikan bantuan langsung kepada Udin.
Bantuan tersebut meliputi dana tunai, bantuan hewan ternak berupa sapi, serta dukungan moral dan material untuk pembangunan kembali rumahnya melalui kegiatan gotong royong.
“Kami berharap bantuan ini bisa meringankan beban Pak Udin dan keluarganya, serta proses relokasi bisa segera dilakukan dengan lancar,” kata Espin.
Pembangunan Jembatan Topolo sendiri merupakan bagian dari proyek strategis daerah untuk memperkuat konektivitas antarwilayah, namun tetap memerlukan kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak langsung. ***








