MINUT – Setelah panggilan klarifikasi terkait pelanggaran kode etik ASN oleh Petrus Defni Macarau (PDM) pekan lalu, maka Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Minahasa Utara telah mengeluarkan pengumuman atas hasil pemeriksaan tersebut.
Berdasarkan Nomor Temuan 001/TM/PB/Kab/25.12/VIII/2020, akhirnya PDM terbukti melakukan pelanggaran Netralitas Aparatur Sipil Negara, Minggu, (16/8/2020).
Untuk tahapan selanjutkan, Bawaslu Minut telah mempersiapkan berkas-berkas sebagai rekomendasi ke Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) atas temuan pelanggaran kode etik dari Petrus Defni Macarau .

- Dampingi Wapres Gibran di Perkemahan Pemuda GPdI, Gubernur Yulius Tuai Apresiasi Atas Capaian Prestasi Pembangunan Sulut
- Dualisme Nasdem Bitung, Wenas Pastikan Longkutoy Gantikan Supit Usai Bertemu Surya Paloh
- Bupati Michael Thungari Membuka Kegiatan Pencanangan Dan Penandatangan Komitmen Bersama Sensus Ekonomi 2026 Kabupaten Sangihe
Menurut Kordiv Hukum Penindakan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa Rocky Ambar SH, LLM, MKN, temuan terhadap Petrus Defni Macarau (PDM) sudah memenuhi unsur-unsur Pelanggaran atas Netralitas Aparatur Sipil Negara.
“Bawaslu sudah mengeluarkan keputusan bahwa PDM telah berstatus sebagai Pelaku Pelanggaran, dan kami sudah membuat pengumuman sesuai ketentuan lima kali 24 jam setelah panggilan klarifikasi”, ungkap Ambar.
Lebih lanjut Ambar mengatakan, dalam waktu dekat Bawaslu akan memberikan pemberitahuan kepada Petrus Defni Macarau (PDM), sedangkan rekomendasi ke KASN sementara kami siapkan dan untuk sangsi terhadap PDM tinggal menunggu keputusan dari Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) sesuai dengan peraturan dan undang-undang ASN yang berlaku.
“Dalam waktu dekat ini kami akan menyelesaikan rekomendasi Bawaslu Minut ke KASN dan kami juga segera mengirimkan pemberitahuan kepada yang bersangkutan”, tegas Ambar. (T3)








