Manado – Walikota Manado Andrei Angouw memimpin rapat evaluasi pendapatan daerah bersama Sekretaris Kota (Sekot) Manado Micler CS Lakat dan Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Harke Tulenan, Senin (20/9/2021).
Kegiatan yang berlangsung di ruang rapat Wali Kota ini dihadiri oleh sejumlah pejabat teknis lainnya.
Pada kesempatan tersebut Kepala Bapenda melapor realisasi pendapatan asli daerah sampai dengan Agustus dan September 2021 ini.
Adapun yang dilaporkan dalam rapat evaluasi ini adalah progres pajak hotel, restoran, hiburan, reklame, parkir, air tanah, sarang burung walet, PBB, BPHTB, PPJ PLN dan Non PLN.
- 1 Tidak Lolos Bekas, 10 Calon Direksi Perumda di Bitung Akan Lanjut Tes Psikologi, Tertulis Dan Wawancara
- Dihadiri Honandar, Kodam XIII Merdeka Gelar Upacara Penyambutan Satgas Yonif 712/Wiratama, Purna Tugas Operasi Pamtas RI-PNG 2026
- Evaluasi Penggunaan APBD 2025, Banggar DPRD Bitung Dan TAPD Sepakat Prioritas Tingkatkan Pendapatan
Disampaikan juga simulasi kenaikan NJOP yang diujicobakan di tiga kelurahan, termasuk pemutahiran data NJOP.
“Ini kita lakukan untuk menaikan NJOP tahun 2022,” ujar Harke.
Menanggapi laporan pelaksanaan di lapangan yang disampaikan pihak Bapenda, Walikota menggarisbawahi beberapa hal yang harus disikapi, termasuk bagaimana wajib pajak dapat membayar secara online.
Walikota berharap agar pajak-pajak dapat dioptimalkan mulai bulan ini, dan bagi Walikota harus dapat menganalisa potensi pajak di lapangan.
“Nanti soal ini akan disampaikan ke Ketua-ketua Lingkungan (Kaling) untuk ikut membantu mengidentifikasi wajib pajak di lapangan termasuk identifikasi bangunan-bangunan baru di lingkungannya,” kata Walikota.
Menurut dia, harus ada trik-trik dilapangan dalam rangka menutupi piutang.
“Misalnya ada insentif atau diskon denda agar wajib pajak termotivasi untuk membayar, supaya PAD yang ketinggalan ini dapat dikejar,” saran Walikota.
Rapat rutin evaluasi Pendapatan daerah ini dilaksanakan dengan memperhatikan Protokol Kesehatan (Prokes) yang ketat.
Makanya sebelum dilaksanakan rapat, semua peserta rapat diharuskan mengikuti swab antigen terlebih dahulu untuk memastikan bahwa yang akan ikut rapat memiliki hasil negatif ketika di tes swab antigen. (*/JM)








