Sulut-Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Dr. (HC) dr. Hasto Wardoyo, Sp.O.G (K) melakukan kunjungan kerja dua hari ke Provinsi Sulawesi Utara, Rabu dan Kamis (03-04/05/2023)
Dalam Rapat Kerja Daerah (Rakerda) BKKBN Perwakilan Sulawesi Utara membahas program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) serta percepatan penurunan stunting, Hasto Wardoyo memuji langkah kolaborasi yang dilakukan di Provinsi Sulawesi Utara.
“Program Bangga Kencana dan Percepatan Penurunan Stunting merupakan program prioritas Bapak Presiden Joko Widodo. Patut diapresiasi karena angka stunting Sulut yakni 20,5 lebih rendah dari angka stunting nasional yakni 21,6. Bapak Presiden mendorong program ini dalam menghadapi era bonus demografi. Generasi emas yang menjadi generasi penanggung jawab pada tahun 2045. Kita harus siapkan SDM tentunya supaya generasi kita produktif,” kata Hasto Wardoyo.
Rakerda BKKBN Perwakilan Sulawesi Utara itu juga dihadiri Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambei,SE , Ketua TP-PKK, Wakil Gubernur Steven Kandouw, Sekretaris TP-PKK, Jajaran Pemprov, Para Bupati dan Walikota Se Provinsi Sulut, Forkopimda ,Kepala OPD KB Kab/Kota dan Mitra Kerja.
Selanjutnya Hasto Wardoyo mengatakan pentingnya mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) untuk masa depan.
“Sangat penting, karena pada tahun 2035 nanti akan dapat melihat perbandingan antara warga usia produktif yang bekerja dan tidak bekerja. Makanya, program Bangga Kencana dan Penurunan Stunting mesti terus dioptimalkan. Itu harus kita mulai bersama dari keluarga. Kita harus libatkan mitra TNI dan Polri. Harus gotong royong dan ini menjadi tanggung jawab bersama,” ujar Hasto Wardoyo.
Gubernur Provinsi Sulawesi Utara Olly Dondokambey, saat membuka Rakerda menyampaikan, harapan Presiden Joko Widodo menurunkan angka stunting berjalan baik, khususnya di Sulawesi Utara.
“Angka stunting Sulawesi Utara berada di bawah angka stunting nasional. Tapi ini kita dorong terus supaya bisa turun sesuai target,” kata Gubernur Olly.
Salah satu upaya Pemprov Sulut mengatasi persoalan stunting menurut Gubernur Olly yaitu membangun Rumah Sakit Ibu dan Anak. Tujuannya supaya ada perbaikan-perbaikan sekaligus tempat edukasi bagi ibu hamil. Bagi ibu hamil kurang mampu, kita bawa ke rumah sakit ini. Kita berikan asupan gizi, supaya bayinya lahir nanti sehat terhindar dari stunting,”
Gubernur Olly juga mengapresiasi terbentuknya tim percepatan penurunan stunting dan pengukuhan Bunda Pendamping Keluarga di Sulut. “Tim pendamping keluarga ini ada di setiap desa. Kalau di Sulut ada sebanyak 1.500 an desa, pastinya akan sangat bermanfaat dalam upaya pencegahan stunting,” ujar dia.
Gubernur Olly mengakui dalam mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) berdaya saing, pastinya faktor kesehatan penting bagi para generasi muda.Nah, ini juga butuh peran ibu-ibu., saya juga sampaikan peran ibu-ibu sekalian penting dalam menangani stunting,” disetiap moment moment penting di Provinsi Sulut
Gubernur Olly berterima kasih kepada Perwakilan BKKBN Sulut yang terus bersinergi dan berkomunikasi, sehingga koordinasi penanganan stunting bisa lebih baik. Gubernur berharapa Bupati dan wali kota juga bisa lebih aktif. Ada anggaran tambahan asupan yang dapat dipergunakan untuk menangani stunting. “Kita akan dorong program pusat supaya terus berjalan baik di Sulut,” ujarnya.
Kepala Perwakilan (Kaper) BKKBN Sulut, Ir. Diano Tino Tandaju.M.Erg dalam laporan menjelaskan, kegiatan Rakerda merupakan satu rangkaian kegiatan yang diawali dengan kegiatan Rapat Koordinasi Teknis Program Bangga Kencana pada tanggal 28 Februari-1 Maret 2023 dan Rapat Koordinasi Teknis Percepatan Penurunan Stunting pada tanggal 21 Maret 2023 dan nanti malam kita akan diskusi teknis peran Perguruan Tinggi dan Organisasi Profesi dalam Program Bangga Kencana dan Percepatan Penurunan Stunting melalui Pentahelix.
Diano Tandaju mengapresiasi dukungan dan komitmen Gubernur, Ketua TP-PKK Provinsi Sulut, bersama Bupati dan Wali Kota, TNI/Polri serta seluruh Peserta , terhadap pengelolaan Program Bangga Kencana dan Percepatan Penurunan Stunting di Provinsi Sulawesi Utara. (*)








