Presiden Jokowi saat memberi keterangan pers di Pasar Rakyat Jailolo,Maluku Utara (Foto Ist.)
Jakarta – Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan bahwa kopra adalah salah satu komoditas yang harganya dipengaruhi oleh pasar internasional.
Hal tersebut disampaikan Presiden Jokowi dalam keterangan persnya di Pasar Rakyat Jailolo, Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara, Rabu (28/09/2022).
“Kopra ini kan komoditas yang harganya banyak ditentukan oleh internasional. Naik turunnya sebuah komoditas itu sulit diintervensi oleh pemerintah, sama dengan CPO (crude palm oil)/kelapa sawit, sama seperti dulu waktu (harga) sawit jatuh, ya kita, karena itu komoditas internasional, kopra juga sama, karena masuknya sudah masuk ke pasar bebas,” ujar Presiden Jokowi.
Presiden Jokowi menyampaikan, dirinya telah mendengar aspirasi para petani yang mengeluhkan jatuhnya harga kopra. Untuk, Presiden akan mengecek langsung ke lapangan untuk mengetahui permasalahan yang terjadi.
- Hadirkan Semangat Baru Bagi Warga Terdampak Banjir, PLN UP3 Gorontalo Salurkan 535 Paket Sembako di Lima Desa di Gorontalo Utara
- Semangat Hari Lahir Pancasila, PLN UP3 Kotamobagu Salurkan 150 Paket Sembako untuk Masyarakat Miskin Ekstrem di Bolaang Mongondow Utara
- Gubernur Yulius Ajak Warga Jaga Kelestarian Lingkungan Demi Masa Depan Generasi Mendatang
“Saya mau cek detail seperti apa problemnya. Kalau pemerintah bisa mengintervensi, tapi pasar tidak bisa, mekanisme pasar tidak bisa diintervensi,” Ujar Presiden Jokowi, seperti di lansir Setkab.go.id.
Presiden Jokowi menambahkan, tak hanya kopra harga sejumlah komoditas juga dipengaruhi oleh mekanisme pasar internasional.
“Komoditas itu ada yang naik, ada yang turun. Sekarang yang banyak naik (harga) batu bara, CPO, nikel. Nah, ini pas kopranya turun. Belum tentu nanti akan naik lagi, karena memang situasi dunia tidak pasti,” pungkasnya. (*/iff)








