Bitung- Fenomena El Nino atau musim kemarau anjang, yang terjadi di Sulawesi Utara, tak terkecuali kota Bitung dalam beberapa bulan terlahir ini, mulai berdampak pada produksi air bersih di Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Duasudara Bitung.
Hal ini diakui oleh Direktur Perumda Air Minum Duasudara Alfred Salindeho, SE, MM. “Namanya musim kemarau dan curah hujan rendah seperti saat ini, pasti berdampak pada penurunan debit air di sumber-sumber yang ada,” ujar Salindeho.
Dikatakannya, wilayah air baku di Danowudu yang sebelumnya ada diketinggian 35 centimeter, kini menurun menjadi 23 sentimeter.
Jumlah tersebut menurutnya membuat kapasitas produksi air bersih di instalasi pengelolaan turun menjadi 20 liter per detik.
“Akibat dari dampak tersebut, ada beberapa wilayah dilakukan penerapan sistem distribusi bergilir. Namun, kami pastikan setiap pelanggan terlayani air bersih,” tandasnya.
Pihaknya kata Salindeho menghimbau kepada pelanggan agar menggunakan air secara bijak, seiring mulai berkurangnya ketersediaan air baku akibat kondisi musim kemarau yang belum diketahui kapan akan berakhir.
“Kami tetap terus berupaya menjaga distribusi air agar tetap lancar, tapi dukungan masyarakat dan pelanggan setia sangat penting dengan cara menghemat air. Pakai air seperlunya,” tegasnya.
Salindeho pun menegaskan, pihaknya terus memantau kondisi sumber air baku di berbagai titik untuk memastikan pelayanan air bersih kepada pelanggan.
“Di musim kemarau panjang ini, tim kami selalu update perkembangan kondisi air bersih di sejumlah wilayah. Ini dimaksudkan agar supaya semua pelangga dapat terlayani, karena tahu, air merupakan salah satu kebutuhan hidup masyarakat,” pungkasnya. (hzq)






