Bitung- Pelaksanaan rapat paripurna DPRD Kota Bitung, dalam rangka penutupan masa sidang ke 3 tahun ke 2, tahun sidang 2025-2026, dan penyampaian hasil reses, Rabu, (12//8/2026).
Rapat paripurna yang sebelumnya dijadwalkan pada pukul 14.00 WITA, nanti dilaksanakan pada pukul 16.30, dikarenakan jumlah anggota DPRD Bitung yang hadir belum memenuhi syarat minimal, sebagimana tata tertib DPRD, yakni 16 anggota DPRD.
Kehadiran anggota DPRD dari fraksi partai Golkar, Gerald Krisman Podomi, pada pukul 16.30, mendapat sambutan hangat dari undangan yang hadir, termasuk wakil walikota, Randito Maringka, S. Sos yang sudah hampir satu jam berada di ruang sidang DPRD, bersama Forkopimda dan Forum Lintas Sektoral serta para kepala perangkat daerah. Saat memasuki ruangan sidang dari bagian samping, rekan-rekan sejawat Podomi, para anggota DPRD, langsung memberikan aplaus, karena sebelumnya, jumlah anggota DPRD yang hadir baru 15 orang.
Wakil ketua 1 DPRD Kota Bitung, Ronald Gunawan Kansil, SH menyampaikan permohonan maaf atas molornya rapat paripurna tersebut. “Saya atas nama pimpinan dan anggota DPRD Kota Bitung, menyampaikan permohonan maaf atas penundaan rapat paripurna ini. Ini bukan disengaja, hanya seja ada beberapa anggota DPRD yang berhalangan hadir. Dan dari fraksi PDI Perjuangan, sudah minta izin karena ada kegiatan partai di luar daerah,” jelas Kansil yang dikenal sebagai “penyejuk” di DPRD.
- Janji Bupati Ismet 1.000 Sapi Terhambat Dokumen, Rolan Minta Copot Kadis Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Bone Bolango.
- Lantik 42 Kepsek SD Dan SMP, Bupati Delis : Kalian Orang Pilihan Dan Terpilih Bagi Pengembangan Mutu Kualitas Pendidikan di Morut
- TIFF 2026 Resmi Ditutup, Caroll Senduk: Festival Harus Beri Dampak Nyata bagi Ekonomi Masyarakat
Usai rapat paripurna, Gerald Podomi yang dimintai tanggapannya, enggan disebut sebagai “penyelamat” paripurna, karena menurutnya, kehadiran di rapat tersebut adalah kewajiban sebagai anggota dewan.
“Sebagai wakil rakyat, ini kewajiban saya untuk hadir. Hanya saja memang tadi ada urusan lain yang harus diselesaikan. Tapi saya tetap berusaha hadir di paripurna,” jelas politisi Golkar dari daerah pemilihan Kecamatan Matuari dan Ranowulu tersebut. (hzq)






