MANADO – Pasangan calon (Paslon) Walikota dan Wakil Walikota Manado nomor urut 2 Sonya Selviana Kembuan dan Syarifudin Saafa (Sonya-Syarif) terus berpikir untuk kesejahteraan rakyat Manado jika nantinya diberi mandat memimpin Kota Manado mendatang.
Lewat visi menjadikan Manado Kota Modern dan Berbudaya, paslon Sonya-Syarif memasukan program Lansia dalam salah satu misinya untuk membantu warga lanjut usia menikmati dana pemerintah di hari tua.
Tak tanggung-tanggung, Sonya-Syarif berani memberikan Rp 1 juta perbulan dan masuk dalam rekening para Lansia.
“Untuk warga lanjut usia, para oma-oma dan opa-opa kita, saya dan Pak Syarif akan memberikan dana Lansia setiap bulan 1 juta rupiah,”tukas calon Walikota Sonya Selviana Kembuan.
- Ranperda Perubahan Penyertaan Modal Kandas, Perumda Air Duasudara Kembali Gunakan Perda Nomor 5 Tahun 2021 Bitung- Kandasnya pembahasan Rancangan Perubahan Perda (Ranperda) Tentang Perubahan Perda nomor 5 tahun 2021 tentang penyertaan modal untuk perusahaan daerah (Perumda) air minum Dua Sudra, kandas di DPRD Bitung. Panitia Khusus (Pansus) DPRD yang membahasa ranperda tersebut, habis masa tugas pada 3 Juli 2026 lalu. Sementara Ranperda tersebut tak kunjung ditetaplan sebagai Perda oleh DPRD. Ketua Pansus Ranperda Penyertaan Modal, Devi Honce Barakati mengatakan, tidak ditetapkannya ranperda tersebut menjadi Perda dikarenakan data.yang diberikan oleh Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Bitung mengalami beberapa perubahan.dan tidak lengkap. “Awalnya dari Dinas PU berikan 12 item. Kemudian berubah jadi 10 item. Dari 25 miliar, berubah jadi 23 miliar. Sementara datanya tidak lengkap. Bagaimana kami harus membawa ke paripurna. Padahal kami sudah melaksanakan rapat sebanyak 23 kali untuk membahas ranperda ini,” jelas Barakati. Sementara itu, Direktur Perumda Air Minum Dua Sudara Bitung, Alfred Salindeho, SS MM yang konfirmasi terkait hal ini mengatakan, pihaknya tidak akan terpengaruh dengan tidak ditetapkannya perda tersebut, karena menurut Salindeho, jika tidak ada perubahan Perda, maka pihaknya akan kembali mengacu pad perda yang nomor 5 tahun 2021 tentang penyertaan modal Pemkot ke Perumda Air. “Di perda nomor 2021, itu penyertaan modal 30,7 miliar rupiah. Akan tetapi saya sudah berkomitmen, selama saya menjabat, tidak akan pernah mengajukan proposal pencairan dana ke Pemkot Bitung, meskipun perda penyertaan modalnya ada. Kami masih mampu survive hingga saat ini. Bahkan kami memberikan deviden ke Pemkot,” kata Salindeho. Terkait aset yang dari Dinas PU menurut Salindeho, Perumda Air hanya serah terima kelola, bukan diterima sebaga aset, karena belum ada payung hukum untuk diserahkan sebagai aset dalam bentuk Perda. “Ini kan sebenarnya rekomendasi BPK untuk supaya Pemkot segera menyerahkan ke Perumda. Tapi harus ada Perda sebagai payung hukum. Untuk saat ini kami hanya ada serah terima kelola dari Dinas PU terkait aset yang ada. Belum menjadi milik kami Perumda. Itu semua aset senilai puluhan miliar, masih milih Pemkot, dalam hal ini Dinas PU. Jadi kalau Ranperda perubahan ini tidak disahkan, itu bukan urusan kami,” jelas Salindeho. (hzq)
- Sekda Tomohon Hadiri Konsultasi Publik KUA-PPAS 2027
- Tomohon Gelar Kejuaraan Bulutangkis Wali Kota Cup 2026, Sekda Resmi Membuka Ajang Pembinaan Atlet
Menurutnya, dana ini nantinya diberikan setiap bulan melalui rekening masing-masing. Sehingga, warga Lansia tidak lagi antri di kantor lurah ataupun bank.
“Kalau kami dipercayakan untuk menjadi Walikota dan Wakil Walikota Manado, ini yang akan kami lakukan untuk membantu para orang tua kita yang sudah lanjut usia. Pokoknya seiap bulan, dana satu juta sudah masuk di rekening, tidak perlu lagi harus datang antri di kantor lurah atau di bank. Kasihan orang tua kita kalau seperti itu,”tandas Kembuan.
Menyangkut sumber dana untuk program Lansia, Kembuan menegaskan tidak selamanya diambil dari APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) Kota Manado. Karena, paslon Sonya-Syarif punya cara lain untuk memaksimalkan pendapatan daerah.
“Soal darimana dananya untuk diberikan kepada ribuan Lansia di Manado, kami punya cara tersendiri, tidak harus bergantung pada APBD. Karena, saya tau banyak sumber-sumber pendapatan daerah lainnya yang selama ini belum dimaksimalkan,”ujar Kembuan.
Hal senada dikatakan calon Wakil Walikota Syarifudin Saafa. Menurutnya, program Lansia ini bukanlah menjiplak program yang sudah ada dari pemerintah sebelumnya. Namun, program ini lebih ditekankan pada aspek kemanusiaan serta memaksimalkan pendapatan daerah.
“Sebenarnya, untuk ketersediaan dana bagi Lansia tidak masalah. Kalau selama ini pemerintah hanya bergantung pada dana APBD tentunya tidaklah cukup, namun harus kreatif dalam menggali potensi sumber dana lainnya yang selama ini belum maksimal,”pungkas Saafa.(*)






