Perpendek Birokrasi, Ini Program Rp 1 Juta Perbulan Dana Lansia Sonya-Syarif

MANADO  – Pasangan calon (Paslon) Walikota dan Wakil Walikota Manado nomor urut 2 Sonya Selviana Kembuan dan Syarifudin Saafa (Sonya-Syarif) terus berpikir untuk kesejahteraan rakyat Manado jika nantinya diberi mandat memimpin Kota Manado mendatang.

Lewat visi menjadikan Manado Kota Modern dan Berbudaya, paslon Sonya-Syarif memasukan program Lansia dalam salah satu misinya untuk membantu warga lanjut usia menikmati dana pemerintah di hari tua.

Tak tanggung-tanggung, Sonya-Syarif berani memberikan Rp 1 juta perbulan dan masuk dalam rekening para Lansia.

“Untuk warga lanjut usia, para oma-oma dan opa-opa kita, saya dan Pak Syarif akan memberikan dana Lansia setiap bulan 1 juta rupiah,”tukas calon Walikota Sonya Selviana Kembuan.

Menurutnya, dana ini nantinya diberikan setiap bulan melalui rekening masing-masing. Sehingga, warga Lansia tidak lagi antri di kantor lurah ataupun bank.

“Kalau kami dipercayakan untuk menjadi Walikota dan Wakil Walikota Manado, ini yang akan kami lakukan untuk membantu para orang tua kita yang sudah lanjut usia. Pokoknya seiap bulan, dana satu juta sudah masuk di rekening, tidak perlu lagi harus datang antri di kantor lurah atau di bank. Kasihan orang tua kita kalau seperti itu,”tandas Kembuan.

Menyangkut sumber dana untuk program Lansia, Kembuan menegaskan tidak selamanya diambil dari APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) Kota Manado. Karena, paslon Sonya-Syarif punya cara lain untuk memaksimalkan pendapatan daerah.

“Soal darimana dananya untuk diberikan kepada ribuan Lansia di Manado, kami punya cara tersendiri, tidak harus bergantung pada APBD. Karena, saya tau banyak sumber-sumber pendapatan daerah lainnya yang selama ini belum dimaksimalkan,”ujar Kembuan.

Hal senada dikatakan calon Wakil Walikota Syarifudin Saafa. Menurutnya, program Lansia ini bukanlah menjiplak program yang sudah ada dari pemerintah sebelumnya. Namun, program ini lebih ditekankan pada aspek kemanusiaan serta memaksimalkan pendapatan daerah.

“Sebenarnya, untuk ketersediaan dana bagi Lansia tidak masalah. Kalau selama ini pemerintah hanya bergantung pada dana APBD tentunya tidaklah cukup, namun harus kreatif dalam menggali potensi sumber dana lainnya yang selama ini belum maksimal,”pungkas Saafa.(*)

Related posts