Pemprov Sulut Pastikan Tahun Ini Dana Subsidi CJH Naik

Karo Kesra Setda Pemprov Sulut dr Kartika Devi Kandouw-Tanos MARS

Sulut – Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Karo Kesra) Setda Pemprov Sulut dr Kartika Devi Kandouw-Tanos MARS menyebutkan bahwa di Musim Haji Tahun 2019, Pemprov Sulut tetap memberikan dana talangan atau dana subsidi terhadap para Jamaah Calon Haji (JCH) yang akan menunaikan ibadah Haji ke Tanah Suci.Senin (29/07/2019) siang.

“Dana subsidi untuk JCH tahun ini naik menjadi Rp 3,5 juta untuk setiap orang. Jumlah yang sama juga diberikan kepada setiap Tim Pembantu Haji Daerah (TPHD) yang berangkat bersama-sama dengan JCH ke Tanah Suci,” jelas dr Kartika.

Dikatakan kenaikan ini hampir dua kali lipat dari subsidi tahun sebelumnya 2018, dimana Pemprov Sulut mengalokasikan anggaran subsidi CJH sebesar Rp 2,9 juta per orang termasuk TPHD.

“Kita berharap, setiap tahun dana subsidi untuk JCH Sulut terus bertambah. Ini karena perhatian dan konsen Bapak Gubernur dan bapak Wagub untuk masyarakat Sulut, terlebih bagi mereka yang akan menunaikan ibadah haji ke tanah suci,” ungkap dr Kartika Devi Kandouw-Tanos MARS.

Istri tercinta Wagub Sulut Drs Steven OE Kandouw ini menambahkan bahwa pada tahun ini, kuota JCH asal Sulut bertambah, seiring dengan penambahan kuota haji dari pemerintah Kerajaan Arab untuk masyarakat muslim Indonesia yang akan menunaikan ibadah haji tahun ini.

“Sehingga JCH asal Sulut juga ikut bertambah menjadi 870 orang pada tahun ini, dibandingkan pada tahun lalu 2018 hanya sebanyak 720 JCH,” ujar dr Kartika.

JCH asal Sulut sebanyak 870 ini terbagi dalam dua kloter pemberangkatan yaitu Kloter 12 sebanyak 455 JCH dan Kloter 13 sebanyak 430 JCH.

Mereka akan dilepas dari Asrama Haji Manado menuju Embarkasi Balikpapan Kalimantan Selatan.

Untuk Kloter 12 dijadwalkan berangkat ke Embarkasi Balikpapan pada tanggal 30 Juli, sedangkan Kloter 13 berangkat pada tanggal 1 Agustus pukul 04.00 WITA dan akan dilepas Gubernur atau Wakil Gubernur.

Karo Kesra dr Kartika berharap para JCH dapat tetap menjaga kesehatan dan mendapat pendampingan dari TPHD yang berangkat bersama mereka ke Tanah Suci, sehingga setelah kembali ke tanah air, khususnya ke Sulut, mereka bisa menjadi agen pembawa damai di tengah masyarakat.

“Harapan saya, semoga semua Jemaah Calon Haji menjadi Haji yang Mabrur, dan nantinya dapat memberikan efek-efek yang positif sepulang dari Tanah Suci serta menjadi agen-agen pembawa damai dan dapat memberikan kesejukan serta kedamaian di tengah-tengah masyarakat Sulawesi Utara,” tutup dr Kartika.

Sementara jumlah JCH Sulut berdasarkan data untuk setiap Kabupaten dan Kota dapat dilihat pada daftar terlampir di atas. (Tim)

Related posts

Leave a Comment